Jumat, 11 November 2016

Sejarah Bahasa Indonesia

10 Ragam bahasa sebagai penyumbang Bahasa Indonesia.


Bahasa Indonesia identik dengan bahasa melayu. Bahasa melayu digunakan oleh Belanda ketika datang ke Indonesia sebagai bahasa resmi untuk kegiatan koresponden atau bahasa surat kabar. Pada waktu itu digunakanlah bahasa belanda sebagai bahasa resmi pertama dan bahasa melayu bahasa resmi kedua.
Gubernur Jenderal Roshussen mengusulkan agar bahasa menjadi bahasa pengantar di sekolah-sekolah rakyat, namun pihak-pihak yang gigih menolak bahasa Melayu di Indonesia. Malah ada seorang berkebangsaan Belanda yaitu Van der Chijs, menyarankan supaya sekolah sekolah rakyat memfasilitasi ajaran bahasa Belanda. Pada tahun 1900 JH Abendanon yang merupakan Direktur Departemen Pengajaran juga berhasil memasukkan bahasa Belanda ke dalam mata pelajaran wajib di sekolah rakyat dan sekolah pendidikan guru.
Namun bahasa melayu lebih unggul dalam persaingan. Pada Kongres Pemuda I tahun 1926, bahasa Melayu menjadi wacana untuk dikembangkan sebagai bahasa dan sastra Indonesia. Dilanjutkan Kongres Pemuda II 1928, Sumpah Pemuda mengikrakan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa persatuan Indonesia.
Pada tahun 1999, Pusat Bahasa menerbitkan buku “Senarai Kata Serapan dalam Bahasa Indonesia’ dan menyatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan ke aneka.ragaman dari berbagai bahasa. 10 ragam bahasa .Sebagai pemyumbang bahasa Indonesia yakni Belanda, Inggris, Arab, Sanskerta-Jawa Kuna, China, Portugis, Tamil, Parsi/Persia, dan Hindi.
1. Bahasa Sanskerta
Dipercaya menjadi donor bahasa Indonesia karena telah ditemukan sebuah prasasti di Kutai (Kaltim) pada abad ke-5 menggunakan bahasa Sanskerta (Prasasti Mulawarman). Telah diperkirakan sejak abad ke-9 SM bahwa bahasa Sanskerta sudah daa di Sumatera, Jawa, Bali, dan Kalimantan karena tersebarnya agama Hindu di Indonesia. Misalnya, kata Asmara dalam bahasa Indonesia merupakan serapan dari kata Āśrama; dan kata Sederhana merupakan serapan dari kata Sādhāraṇa.
2 Bahasa Arab
Bahasa arab juga menyumbang bahasa Indonesia karena Islamisasi di Nusantara, yakni Arab. Bahasa Arab adalah Akal merupakan serapan dari ʿaql dan kata Kabar merupakan serapan dari kata Khabar.
3. Bahasa Parsi,
Bahasa yang berasal dari kawasan yang sekarang disebut Iran dan sekitarnya. Contoh dari kata bahasa Parsi adalah Anggur dari kata Angūr.
4. Bahasa Hindi,
bahasa resmi kedua di rumahnya sendiri, India. Contohnya adalah kata Ayah yang berasal dari Āyā, dan Roti dari kata Roṭī.
5. Bahasa Tamil.
Bahasa ini berasal dari India Selatan dan dikategorikan rumpun Dravida dan telah bersinggungan dengan bahasa Melayu. Bahasa ini juga digunakan di Negara Jiran seperti Malaysia dan Singapura. Contohnya adalah kata Andai berasal dari kata Aṇṭai dan Keledai dari kata Kaṭalai.
6. Bahasa Jawa kuno
Bukti awal eksistensinya adalah adanya prasasti Jawa Kuno (abad ke-10) .
7. Bahasa Cina
Orang cina yang berkunjung ke Nusantara pun diambil dari dialek Hokyan. Kata-kata yang merupakan diambel dari Bahasa Cina contohnya adalah Apa dari 阿爸 a pà, Angpau, Bakso, dan Bakwan.
8. Bahasa Portugis.
Bangsa Portugis masuk ke Melaka dan timur Nusantara untuk berdagang. Contoh dari bahasa serapannya adalah Bendera dari kata Bandeira, Boneka dari kata Boneca, Algojo dari kata Algoz.
9. Bahasa Belanda.
Bahasa ini merupakan donor terbanyak ke dalam Bahasa Indonesia namun tidak menjadikan bahasa itu sebagai lingua franca, atau bahasa pergaulan karena tergeser oleh bahasa Malaysia. Beberapa kata Bahasa Indonesia dari bahasa Belanda yakni Aktivitas dari kata Activitiet, Bando dari kata Bandeau, Harmonis dari kata Harmonisch, Losmen dari kata Logement dan kata Indekos dari kata in de kost. Lalu, bahasa Inggris. Contohnya adalah kata Analisis dari Analysis, Bisnis dari kata Business, dan sebagainya.
10. Bahasa Jepang.
Bahasa ini sudah masuk Nusantara sejak tahun 1942. Di antara yang tetap bertahan muncul di KBBI edisi ke-IV adalah keibodan, kamikaze, dan jibaku. Selain itu, ada pula kata Kimono.
Berbagai sumber
Posted by Eni Kuswati

0 komentar:

Posting Komentar