Pembelajaran Model SCREN

Belajar sambil bermain dengan mencari QR Code kemudian di scan yang memunculkan pertanyaan, lalu dijawab bersama tim. Tim tercepat menyelesaikan seluruh QR Code dan menjawab dengan benar akan menjadi pemenang.

Pembelajaran Model Word Square

Belajar dengan mencari kata-kata teracak pada kotak yang berhubungan dengan materi melalui pertanyaan yang telah disiapkan.

Penggunaan Media TTS dalam KBM

Teka teki silang diterapkan ke dalam pembelajaran guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Menjadikan pembelajaran lebih santai dan menyenangkan.

Bermain Ular Tangga dalam KBM

Ular tangga adalah permainan sederhana yang sering dimainkan anak-anak. Kali ini ular tangga dimainkan dalam KBM agar peserta didik lebih asyik menikmati materi sambil bermain.

Ulangan dengan Soal Bergeser

Ulangan sering kali membuat stres peserta didik. Tetapi dengan menggunakan metode ulangan soal bergeser semuanya menjadi menyenangkan dan bermakna.

Apa itu Plickers? Bagaimana cara menggunakannya?

Aplikasi Plickers dapat memungkinkan guru untuk melakukan penilaian formatif dengan menggunakan kartu kode, perangkat yang digunakan hanya smartphone guru atau tablet..

Selasa, 30 Januari 2018

Permintaan dan Penawaran

Permintaan

Pengertian permintaan adalah sejumlah barang dan jasa yang diinginkan untuk dibeli untuk memenuhi kebutuhan pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu di pasar.
Permintaan dapat dibagi menjadi:
  • Permintaan absolut: permintaan terhadap barang dan jasa secara umum, dengan disertai atau tidak disertai dengan kemampuan untuk membeli.
  • Permintaan efektif: permintaan terhadap barang dan jasa yang disertai dengan kemampuan untuk membeli.

Hukum permintaan

Dengan menganggap faktor-faktor lain bersifat tetap (ceteris paribus) hukum permintaan menyatakan bahwa: ketika harga suatu barang/jasa mengalami penurunan, maka jumlah permintaan barang/jasa tersebut akan naik, dan sebaliknya ketika harga barang/jasa meningkat, maka jumlah barang/jasa yang diminta akan berkurang.

Faktor- faktor yang mempengaruhi permintaan

Hukum permintaan menjelaskan bahwa harga berpengaruh terhadap jumlah barang/jasa yang diminta. Meskipun demikian, teradapat faktor-faktor lain yang juga berpengaruh. Berikut adalah faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan:
  • Harga barang itu sendiri
Seperti yang telah dijelaskan pada hukum permintaan, harga barang/jasa itu sendiri berpengaruh terhadap jumlah yang diminta.
  • Pendapatan masyarakat
Pada barang normal, peningkatan pendapatan akan meningkatkan jumlah barang/jasa yang diminta. Namun pada barang inferior (misalnya nasi jagung), peningkatan pendapatan justru akan mengurangi jumlah barang/jasa yang diminta.
  • Intensitas kebutuhan
Semakin penting barang/jasa dalam memenuhi kebutuhan seseorang maka jumlah permintaannya akan semakin meningkat. Misalnya permintaan payung di kala hujan akan lebih tinggi dibandingkan saat tidak hujan.
  • Jumlah penduduk
Semakin besar jumlah penduduk di suatu negara maka semkain besar permintaannya terhadap barang/jasa.
  • Selera
Peningkatan selera pada satu jenis barang/jasa akan meningkatkan permintaan terhadap barang/jasa tersebut dibandingkan dengan jenis barang/jasa lain. Misalnya permintaan terhadap tiket konser artis Korea meningkat akhir-akhir ini karena meningkatnya kegemaran remaja Indonesia terhadap artis-artis tersebut.
  • Barang pengganti
Ketersediaan barang pengganti berpengaruh terhadap jumlah barang dan jasa yang diminta. Ketika harga teh meningkat, masyarakat yang menganggap kopi adalah barang substitusi dari teh akan mengalihkan pembeliaannya ke kopi sehingga permintaan kopi akan meningkat.

Kurva permintaan

Kurva permintaan adalah kurva yang menggambarkan fungsi antara harga dan jumlah barang yang diminta. Perubahan pada harga barang itu sendiri akan menyebabkan pergeseran sepanjang kurva permintaan (gambar A) sementara perubahan pada faktor-faktor lain akan menyebabkan pergeseran kurva (gambar B).
Gambar A
kurva permintaan
Keterangan: pergerakan dari A ke B disebabkan karena penurunan harga yang menyebabkan kuantitas meningkat.
Gambar B
pergeseran kurva permintaan
Keterangan: peningkatan selera berakibat pada pergeseran kurva ke kanan atas, sehingga dengan kuantitas yang sama, seseorang akan membayar dengan jumlah yang lebih tinggi untuk barang/jasa yang diminta.

Penawaran

Pengertian penarawan adalah sejumlah barang dan jasa yang tersedia di pasar untuk dijual pada berbagai tingkat harga dan waktu tertentu.
Penawaran dapat dibagi menjadi :
a . Penawaran Individu
Penawaran individu adalah jumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual. Contoh penawaran jeruk oleh Pak Heri

b . Penawaran Kolektif
Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. Penawaran pasar merupakan penjumlahan
dari keseluruhan penawaran perorangan. Contoh penawaran kolektif yang dilakukan oleh Pak Heri dan pedagang buah jeruk di pasar  

Hukum penawaran

Berkebalikan dengan hukum permintaan, peningkatan harga barang/jasa akan menyebabkan penwaran terhadap barang/jasa tersebut meninngkat dan sebaliknya, dengan asumsi faktor lain dianggap tetap.

Faktor-faktor yang memengaruhi penawaran:

Selain harga barang itu sendiri, beberapa faktor lain yang memengaruhi permintaan adalah:
  • Biaya produksi
Tinggi rendahnya biaya produksi berpengaruh terhadap kemampuan produksi dan harga jual barang, sehingga berpengaruh terhadap jumlah penawaran.
Semakin mutakhir teknologi yang digunakan maka produksi semakin efisien sehingga jumlah yang ditawarkan dapat ditingkatkan.
  • Harapan akan harga masa depan
Jika produsen memperkirakan bahwa harga akan naik di masa dewan, maka penwaran saat ini akan dikurangi dan barang/jasa ditimbun untuk dijual di masa depan dengan harapan keuntungan yang diperoleh meningkat.

Kurva penawaran

Kurva penwaran adalah kurva yang menggambarkan fungsi antara harga dengan jumlah barang/ jasa yang ditawarkan. Perubahan harga barang/jasa itu sendiri akan berpengaruh terhadap pergerakan sepanjang kurva penawaran (gambar 1) sementara perubahan pada faktor lain akan berpengaruh terhadap pergeseran kurva permintaan (gambar 2).
Gambar 1
kurva penawaran

Keterangan: peningkatan harga menyebabkan penawaran meningkat dari A ke B

Gambar 2
pergeseran kurva penawaran

Keterangan: Perkiraan peningkatan harga di masa mendatang mengurangi jumlah yang ditawarkan saat ini (dari A ke B).

Contoh Soal

Yang bukan merupakan ciri penawaran adalah
  1. Meningkat ketika harga barang/jasa tersebut meningkat
  2. Menurun ketika harga barang/jasa tersebut menurun
  3. Dipengaruhi selera
  4. Dipengaruhi teknologi
  5. Dipengaruhi harapan akan harga di masa mendatang
Pembahasan
Jawaban yang benar adalah (c) dipengaruhi selera. Selera mempengaruhi permintaan konsumen, namun tidak mempengaruhi penawaran produsen

Senin, 22 Januari 2018

Kegiatan Konsumsi

Pengertian konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang dan jasa. 

Conothnya : makan nasi adalah merupakan kegiatan konsumsi karena menghabiskan nilai guna nasi, memakai baju juga merupakan kegiatan konsumsi karena mengurangi nilai guna baju.

Kita harus berhati-hati untuk menentukan apakah suatu kegiatan dalam menggunakan suatu benda termasuk dalam lingkup konsumsi atau tidak, karena selain untuk tujuan konsumsi suatu benda juga dipergunakan sebagai benda produksi.

Contohnya :
Pak Amir memiliki mobil. Pada hari senin-sabtu mobil tersebut digunakan untuk mengangkut penumpang. Sedangkan pada hari Minggu mobil tersebut digunakan untuk rekreasi bersama keluarga.

Perlu anda ketahui penggunaan mobil dari hari senin-sabtu merupakan penggunaan barang untuk tujuan produksi (menghasilkan uang) atau digunakan sebagai benda produksi. Sebalinya penggunaan mobil pada hari minggu adalah merupakan penggunaan mobil untuk kegiatan konsumsi.

Tujuan Konsumsi

Tujuan utama orang melakukan kegiatan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup secara langsung. Kadang kala orang mengonsumsi barang atau jasa bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tapi juga ingin mendapat penghargaan/pujian dari orang lain.

Contoh, orang memakai mobil mewah selain untuk memenuhi kebutuhan akan mobil, juga ingin mendapat penghargaan dari orang lain.

Ciri-ciri Konsumsi 

1. Benda-benda yang dikonsumsi adalah benda ekonomi, sehingga kegiatan menghirup udara, berjemur pada sinar matahari bukan merupakan kegiatan konsumsi.

2. Benda yang dikonsumsi ditujukan langsung untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penggunaan gergaji, cangkul, mesin-mesin dan barnag modal lainnya yang bertujuan menambah manfaat barang tidak dikategorikan sebagai kegiatan konsumsi. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan produksi.

3. Manfaat, nilai, atau volume benda-benda yang digunakan tersebut akan habis sekaligus ataupun berangsurangsur habis.

Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Perilaku Konsumen Dalam Melakukan Konsumsi Barang/Jasa

Pendapatan

Semakin besar pendapatan yang diterima oleh seseorang, semakin besar pula daya belinya. Akan tetapi sebaliknya jika pendapatan seseorang semakin kecil, maka kemampuan membeli akan barang dan jasa jugasemakin kecil, semakin sedikit barang atau jasa yang dapat dibeli/dimiliki.

Selera Konsumen

Di antara orang-orang yang usianya sama, namun pengeluaran konsumsinya tidak sama, karena
perbedaan sikap menghemat atau attitude toward thrift dan selera masyarakat dalam berkonsumsi.

Pengertian, Ciri-Ciri dan Tujuan Konsumsi Lengkap Beserta Contoh

Bila masyarakat memiliki selera yang menurun dalam konsumsi, maka tingkat konsumsi juga akan turun. Sebaliknya jika selera konsumsi masyarakat meningkat,hal ini akan meningkatkan konsumsi pula.

Harga Barang dan jasa

Harga barang sangat menentukan terhadap besar atau kecilnya konsumsi seseorang. Jika harga barang naik, maka seseorang akan memperkecil konsumsinya, sebaliknya jika harga barang turun, seseorang akan memperbesar konsumsinya.

Akan tetapi perubahan harga barang ini tidak berlaku untuk barang kebutuhan pokok pada umumnya yang selalu akan dibeli dalam jumlah yang relatif tetap, kendati harga mengalami perubahan.

Adat Istiadat dan Kebiasaan Konsumen

Adat istiadat dan kebiasaan cukup berpengaruh pada konsumsi seseorang atau masyarakat. Adat istiadat dan kebiasaan dapat menyebabkan seseorang berperilaku konsumtif.

Kebiasaan masyarakat yang sering dan senang melakukan pesta dan hidup berhura-hura, maka akan akan memperbesar konsumsinya. Akan tetapi masyarakat yang mempunyai adat istiadat dan kebiasaan bersikap terhadap kehematan (attitude toward thrift), maka konsumsimasyarakat tersebut akan semakin kecil.

Adanya Barang Subtitusi

Barang subtitusi/pengganti dapat mempengaruhi tingkat konsumsiseseorang/masyarakat. Jika terdapat barang yang dapat menggantikan fungsi suatu barang yang dibutuhkan seseorang dengan harga yang jauh lebih murah, maka barang tersebut dapat mempengaruhi konsumsiseseorang/masyarakat tersebut.

Contoh: Ember plastik dengan merek tertentu mahal harganya, sementaraada ember plastik merek lain atau ember seng yang harganya lebih murah,maka seseorang akan membeli ember merek lain atau ember seng yanglebih murah tersebut.

Status Sosial

Posisi seseorang di masyarakat akan membentuk pola konsumsi orang tersebut. oleh karena itu, status sosial berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi

Lingkungan Tempat Tinggal

Manusia tidak hidup sendirian dan selalu beradaptasi dengan lingkungan sekitar tempat tinggalnya sehingga pola konsumsinya juga dipengaruhi oleh lingkungannya.


Sekian, semoga bermanfaat

Kegiatan Distribusi

Pengertian distribusi


Pengertian distribusi secara umum adalah kegiatan penyaluran hasil produksi (barang atau jasa) dari satu tempat ke tempat yang lain hingga sampai ke konsumen (pengguna). Pihak atau orang yang melakukan distribusi disebut distributor.

 

Tujuan distibusi


Tujuan kegiatan distribusi adalah sebagai berikut :
  1. Mengangkut dan menyalurkan barang atau jasa hasil produksi ke konsumen tepat waktu agar kualitas dan kegunaan barang atau jasa tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan oleh konsumen.
  2. Membeli, menyimpan, mengumpulkan, hingga menjual kembali barang atau jasa hasil produksi ketika diperlukan oleh konsumen sesuai dengan harga standar/ harga pasar.
  3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  4. Memeratakan dan mengefektifkan hasil produksi di beberapa tempat (wilayah pemasaran).
  5. Menghemat waktu dan biaya produsen maupun konsumen secara langsung maupun tidak langsung.

Pelaku distribusi


Berikut ini adalah para pelaku distribusi dalam kegiatan ekonomi :

 
Pedagang, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang melakukan distribusi dengan cara membeli hasil produksi dari produsen maupun pedagang lain dan kemudian menjualnya kembali ke konsumen untuk memperoleh keuntungan. Berdasarkan modal yang dimiliki, pedagang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
  • Pedagang kecil (pengecer), yaitu seseorang atau sekelompok orang yang secara langsung bertransaski dengan konsumen. Contoh : pedagang kaki lima atau warung yang menjual rokok, makanan, dan minuman secara eceran (per buah).
  • Pedagang besar, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang membeli barang hasil produski secara langsung dari produsen dan kemudian menyalurkannya  (menjual) kepada pedagang kecil (pengecer). Contoh : pedagang besar di pusat penjualan alat-alat elektronik di daerah Jakarta menyalurkan hasil produksi tersebut kepada para pedagang kecildi sekitar kota Jakarta.

Berdasarkan jenis barang dan jasa yang didistibusikan, pedagang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
  • Pedagang barang, yaitu menjual barang hasil produksi dari berbagai macam produsen dan kemudian menyalurkannya kepada konsumen yang membutuhkan. Contoh : pedagang furniture, alat elektronik, kebutuhan pokok, dan sejenisnya.
  • Pedagang jasa, yaitu menjual jasa berdasarkan keahlian yang dimiliki. Contoh : biro perjalanan, pengiriman barang, antar jemput, dan sejenisnya.
pengertian, tujuan dan pelaku distribusi

Agen, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang menjual hasil produksi kepada konsumen sesuai dengan harga yang telah ditentukan oleh produsen. jadi, agen adalah pihak yang menyalurkan atau menjualkan barang hasil produksi atas nama produsen.


Makelar (broker/pialang), yaitu perantara atas nama orang lain atau seseorang/ sekelompok orang yang diberi kuasa mencairkan barang/ jasa untuk konsumen dan membantu menyalurkan atau menjualkan barang/jasa produsen. balas  jasa atau usahanya makelar mendapatkan kurtasi atau provisi (upah/imbalan).

Komisioner, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang diberi kuasa membantu menyalurkan (menjualkan) barang/jasa orang lain atas nama dirinya dengan tujuan memperoleh komisi (presentase hasil penjualan). Balas jasa atas usahanya, komisioner mendapatkan komisi (presentase hasil penjualan).
 
Pedagang antarnegara, yaitu seseorang atau sekelompok orang yang  membeli atau menjual hasil produksi antarnegara atau dalam skala internasional. Pedagang antarnegara terdiri dari dua jenis, yaitu pedagang ekspor dan pedagang impor.

 

Sistem distribusi


Proses distribusi dapat dilakukan secara langsung, semi langsung maupun tidak langsung. Pendistribusian secara langsung, yakni dilakukan oleh produsen itu sendiri tanpa melalui perantara. Sistem distribusi ini umumnya dilakukan oleh para produsen barang-barang tidak tahan lama, seperti makanan tanpa pengawet, buah-buahan, atau sayur-sayuran.

Pendistribusian secara semi langsung yakni dilakukan dari produsen ke konsumen yang melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen, seperti pabrik tekstil menyalurkan kainnya melalui penyalur khusus.
 
Pendistribusian secara tidak langsung, yakni dilakukan oleh penyalur (distributor) untuk menyalurkan hasil produksi kepada konsumen melalui perantara seperti agen, pedagang, makelar, atau komisioner. Jenis barang yang didistribusikan melalui sistem ini adalah barang-barang yang sifatnya tahan lama, seperti pakaian, barang-barang elektronik, mobil/ motor, atau furniture/ mebel.

 

Saluran distribusi


Saluran distribusi adalah arus atau tahapan-tahapan penyaluran hasil produksi (barang/ jasa) mulai dari produsen hingga sampai ke konsumen. Pendek atau panjangnya saluran distribusi suatu hasil produksi bergantung pada sifat keterjangkauan hasil produksi itu sendiri. Berikut ini akan diuraikan beberapa jenis saluran distribusi barang atau jasa.
Produsen ---> konsumen
Produsen---> pedagang kecil (pengecer)------->konsumen
Produsen--------->pedagang besar------> pedagang kecil (pengecer)------>konsumen
Produsen----> agen------> pedagang besar --------> pedagang kecil (pengecer) ------> konsumen
Produsen----> industri (konsumen)

 
Demikianlah penjelasan mengenai pengertian distribusi, tujuan distribusi, pelaku distribusi, sistem distribusi, dan saluran distribusi. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua.

Sabtu, 13 Januari 2018

Sintak Model Pembelajaran Discovery, PBL, dan PjBL

Salah satu kompetensi guru yang tertuang dalam Permendiknas no 16 tahun 2007 adalah kompetensi nomor 2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik dan 2.2. “ menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang diampu”.
Pada kesempatan ini tidak akan dijelaskan pengertian masing-masing istilah tersebut, tetapi akan diberikan contoh sintak beberapa model pembelajaran yang disarankan dalam pembelajaran IPA pada permendikbud nomor 103 tahun 2014, yaitu: Model discovery learning, Project Based Learning, Problem dan Problem Based Learning.
  1. Disccovery Learning
Menurut Syah (2004) dalam mengaplikasikan metode discovery learning di kelas,ada beberapa prosedur yang harus dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar secara umum sebagai berikut:
a. Stimulation (stimulasi/pemberian rangsangan)
Pertama pelajar dihadapkan pada fenomena yang mengandung permasalahan, sesuatu yang menimbulkan kebingungannya dan timbul keinginan untuk menyelidiki sendiri. Guru dapat memulai kegiatanpembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, anjuran membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah. Stimulasi pada tahap ini berfungsi untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu siswa dalam mengeksplorasi bahan.
b. Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah)
Setelah dilakukan stimulation guru memberi kesempatan kepada siswa untuk  mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).
c.Data collection (pengumpulan data)
Pada saat peserta didik melakukan eksperimen atau eksplorasi, guru memberi kesempatan kepada para siswa untuk mengumpulkan informasi sebanyakbanyaknyayang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.Data dapat diperoleh melalui membaca literatur, mengamati objek, wawancara   dengan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
d. Data processing (pengolahan data ) Menurut Syah (2004:244) pengolahan data merupakan kegiatan mengolah data dan informasi yang telah diperoleh para siswa baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu ditafsirkan.
e. Verification (pembuktian)
Pada tahap ini siswa melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang telah ditetapkan,dihubungkan dengan hasil data processing. Berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran, atau informasi yang ada, pernyataan atau hipotesis yang telah dirumuskan terdahulu itu kemudian dicek, apakah terjawab atau tidak, apakahterbukti atau tidak.
f. Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)
Tahap generalisasi/menarik kesimpulan adalah proses menarik sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semuakejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil verifikasi.Berdasarkan hasil verifikasi maka dirumuskan prinsip-prinsip yang mendasari generalisasi.

  1. Problem Based Learning (PBL)
a. Mengorientasikan Siswa pada Masalah
Pembelajaran dimulai dengan menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktivitas aktivitas yang akan dilakukan. Dalam penggunaan PBL, tahapan ini sangat penting dimana guru harus menjelaskan dengan rinci apa yang harus dilakukan oleh siswa. serta dijelaskan bagaimana guru akan mengevaluasi proses pembelajaran. Ada empat hal yang perlu dilakukan dalam proses ini, yaitu sebagai berikut.
1) Tujuan utama pengajaran tidak untuk mempelajari sejumlah besar informasi baru, tetapi lebih kepada belajar bagaimana menyelidiki masalah-masalah penting dan bagaimana menjadi siswa yang mandiri.
2) Permasalahan dan pertanyaan yang diselidiki tidak mempunyai jawaban mutlak “benar“, sebuah masalah yang rumit atau kompleks mempunyai banyak penyelesaian dan seringkali bertentangan.
3) Selama tahap penyelidikan, siswa didorong untuk mengajukan pertanyaan dan mencari informasi.
4) Selama tahap analisis dan penjelasan, siswa akan didorong untuk menyatakan ide-idenya secara terbuka dan penuh kebebasan.
b. Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar
Disamping mengembangkan keterampilan memecahkan masalah, pembelajaran PBL juga mendorong siswa belajar berkolaborasi. Pemecahan suatu masalah sangat membutuhkan kerjasama dan sharing antar anggota. Oleh sebab itu, guru dapat memulai kegiatan pembelajaran dengan membentuk kelompok-kelompok siswa dimana masing-masing kelompok akan memilih dan memecahkan masalah yang berbeda.
c. Membantu Penyelidikan Mandiri dan Kelompok
Penyelidikan adalah inti dari PBL. Meskipun setiap situasi permasalahan memerlukan teknik penyelidikan yang berbeda, namun pada umumnya tentu melibatkan karakter yang identik, yakni pengumpulan data dan eksperimen, berhipotesis dan penjelasan, dan memberikan pemecahan. Pengumpulan data dan eksperimentasi merupakan aspek yang sangat penting. Pada tahap ini, guru harus mendorong siswa untuk mengumpulkan data dan melaksanakan eksperimen (mental maupun aktual) sampai mereka betul-betul memahami dimensi situasi permasalahan. Tujuannya adalah agar peserta didikmengumpulkan cukup informasi untuk menciptakan dan membangun ide mereka sendiri.
d. Mengembangkan dan Menyajikan Artefak (Hasil Karya) dan Mempamerkannya
Tahap penyelidikan diikuti dengan menciptakan artefak (hasil karya) dan pameran. Artefak lebih dari sekedar laporan tertulis, namun bisa suatu video tape (menunjukkan situasi masalah dan pemecahan yang diusulkan), model (perwujudan secara fisik dari situasi masalah dan pemecahannya), program komputer, dan sajian multimedia. Tentunya kecanggihan artefak sangat dipengaruhi tingkat berpikir siswa. Langkah selanjutnya adalah mempamerkan hasil karyanya dan guru berperan sebagai organisator pameran. Akan lebih baik jika dalam pemeran ini melibatkan siswa lainnya, guru-guru, orang tua, dan lainnya yang dapat menjadi “penilai” atau memberikan umpan balik.
e. Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah
Fase ini dimaksudkan untuk membantu siswa menganalisis dan mengevaluasi proses mereka sendiri dan keterampilan penyelidikan dan intelektual yang mereka gunakan. Selama fase ini guru meminta siswa untuk merekonstruksi pemikiran dan aktivitas yang telah dilakukan selama proses kegiatan belajarnya.

  1. Pembelajaran berbasis Proyek (PjBL)
Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek sebagai berikut.
a. Penentuan Pertanyaan Mendasar (Start With the Essential Question)
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial, yaitu pertanyaan yang dapatmemberi penugasan peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Mengambil topik yang sesuai dengan realitas dunia nyata dan dimulai dengan sebuah investigas mendalamdan topik yang diangkat relevan untuk para peserta didik.
b. Mendesain Perencanaan Proyek (Design a Plan for the Project)
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara pengajar dan peserta didik. Dengan demikian peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.
c. Menyusun Jadwal (Create a Schedule)
Pengajar dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: (1) membuat timeline untuk menyelesaikan proyek, (2) membuat deadline penyelesaian proyek, (3)membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru, (4) membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek,dan (5) meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan suatu cara.
d. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Students and the Progress of the Project)
Pengajar bertanggung jawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain pengajar berperan menjadi mentor bagi aktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting.
e. Menguji Hasil (Assess the Outcome)
Penilaian dilakukan untuk membantu pengajar dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik,memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu pengajar dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.
f.  Mengevaluasi Pengalaman (Evaluate the Experience)
Pada akhir proses pembelajaran, pengajar dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Pada tahap ini peserta didik diminta untuk mengungkapkan perasaan dan pengalamanya selama menyelesaikan proyek. Pengajar dan peserta didik mengembangkan diskusi dalam rangka memperbaiki kinerja selama proses pembelajaran, sehingga pada akhirnyy ditemukan suatu temuan baru (new inquiry) untuk menjawab permasalahan yang diajukan pada tahap pertama pembelajaran

Minggu, 07 Januari 2018

Siapakah Garuda Yang Ada di Lambang Negara Indonesia?


Perkenalkan Garuda Pancasila! Sang garuda gagah lambang pemersatu negara Indonesia. Namun, siapakah sosok garuda sebenarnya? Benarkah burung Garuda memang benar-benar ada?
Di seluruh dunia, ternyata ada dua negara yang menjadikan garuda sebagai lambang negara. Tapi kalau dibandingkan, garuda milik Indonesia memang lebih terasa “burung banget”. Mungkin inilah yang sering bikin kita penasaran, jangan-jangan garuda ini memang sejenis burung. Tapi, coba kita lihat dulu Garuda Pancasila mula-mula, yang dirancang oleh Sultan Hamid dua. Masihkah terasa “burung banget”?
Kalau kita lacak sejarahnya, sosok Garuda Pancasila bisa jadi memang terinspirasi dari Garuda, hewan mitos tunggangan Dewa Wisnu. Menurut mitologi Hindu, Garuda adalah makhluk setengah burung setengah manusia yang pemberani. Dan karena Wisnu adalah dewa pemelihara, sejak dulu Garuda juga dianggap sebagai lambang kemakmuran. Jadi, sebelum Indonesia, sebetulnya ada yang jauh lebih dulu memakai Garuda sebagai lambang, yaitu Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan.
Karena lahir dari mitologi dan cerita rakyat, si Garuda mungkin cuma bisa kita temui di candi-candi, pasar seni, dan juga… ahem, internet. Tapi rupanya, Indonesia punya satwa khas yang sangat… sangat… sangat… mirip dengan Garuda. Siapa dia?
Beri salam pada Elang Jawa! Burung satu ini emang mirip banget sama Garuda, sampai-sampai dinobatkan sebagai satwa nasional Indonesia! Lihat saja jambulnya… warna bulunya… tapi jangan dinaikin juga ya!
Sayangnya, elang yang sempat merajai langit Jawa Barat dan Jawa Timur ini udah makin jarang kelihatan. Selain karena siklus berkembangbiaknya lama, habitat Elang Jawa juga makin sedikit. Akhirnya, Elang Jawa kesulitan mencari mangsa, karena mereka sayangnya nggak doyan bakso. Akibatnya, populasi Elang Jawa semakin terancam punah! Jumlah mereka saat ini bahkan tinggal beberapa ratus ekor saja.
Untuk itu, kita tetap perlu melestarikan para elang jawa ini! Jangan sampai anak cucu kita cuma bisa lihat Garuda di tembok kelas aja. Dan seperti biasa, terima kasih.

Sabtu, 06 Januari 2018

Darimana Asal-Usul Alfabet yang Ada dalam Bahasa Indonesia?


Bahasa di seluruh Indonesia ada bejibun jumlahnya, apalagi di seluruh dunia. Meski begitu, sekarang kita dan sebagian besar penduduk dunia yang menggunakan aksara alfabet bisa mencatat berbagai pengetahuan, informasi dan saling memahami dari hampir semua orang di dunia, terima kasih pada alfabet yang mengabadikan pengetahuan umat manusia. Tapi omong-omong, siapa sih penemu simbol-simbol alfabet ini sebetulnya?
Rupanya, ada cerita yang sangat… sangat… panjang di balik penemuan A, B, C dan teman-temannya. Singkatnya, perkembangan aksara alfabet bisa dilacak jauh di zaman Mesir Kuno, dimana orang berkomunikasi dengan simbol-simbol berupa gambar yang disebut hieroglif . Masalahnya, simbol yang rumit ini cuma dipakai para penguasa dan bikinnya sangat makan waktu. Sampai akhirnya, muncullah media yang lebih enteng dan gampang ditulis. Makin sering ditulis, simbol hieroglif yang rumit pelan-pelan jadi makin sederhana, sehingga lebih cepat ditulis.
Seiring berlalunya zaman, simbol-simbol Mesir ini diadopsi orang-orang Kanaan purba, kemudian dikembangkan lagi oleh bangsa Phoenisia. Berhubung orang-orang Phoenisia suka bergadang… eh, berdagang, simbol-simbol mereka pun ikut tersebar ke mana-mana, termasuk ke Yunani. Nah, di sini nih, simbol-simbol Phoenicia mulai berkembang jadi alfabet mula-mula, sebelum dipatenkan oleh Bangsa Romawi jadi alfabet Latin yang kita kenal sekarang.
Karena itu, siapa penemu alfabet pertama mungkin bisa dibilang misteri yang mustahil bisa dipecahkan. Meski begitu, nenek moyang alfabet bisa kita lacak lewat bentuk dan bunyinya. Misalnya, simbol sungai dalam hieroglif Mesir diadaptasi bangsa Phoenisia jadi simbol “mem”, yang nantinya akan berevolusi jadi alfabet “M” yang kita kenal sekarang .
Terus gimana ceritanya kita, orang Indonesia, bisa nulis pakai alfabet Latin? Intinya, alfabet yang kita pakai sekarang berakar dari peradaban di Eropa dimana dulu disebarkan oleh pemerintah Romawi saat berusaha menaklukkan dunia dan menyebarkan kebudayannya. Berabad-abad kemudian, Kerajaan Belanda yang menyerap dan mengadopsi dari sisa kerajaan Romawi, menggunakan alfabet untuk mengeja Bahasa Melayu yang umum dipakai di Hindia Belanda. Nah, berhubung Bahasa Melayu jadi basis bahasa persatuan kita, Bahasa Indonesia, akhirnya kita pakailah si A, B, C, D ini sampai hari ini. Dan seperti biasa, terima kasih.