Pembelajaran Model SCREN

Belajar sambil bermain dengan mencari QR Code kemudian di scan yang memunculkan pertanyaan, lalu dijawab bersama tim. Tim tercepat menyelesaikan seluruh QR Code dan menjawab dengan benar akan menjadi pemenang.

Pembelajaran Model Word Square

Belajar dengan mencari kata-kata teracak pada kotak yang berhubungan dengan materi melalui pertanyaan yang telah disiapkan.

Penggunaan Media TTS dalam KBM

Teka teki silang diterapkan ke dalam pembelajaran guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Menjadikan pembelajaran lebih santai dan menyenangkan.

Bermain Ular Tangga dalam KBM

Ular tangga adalah permainan sederhana yang sering dimainkan anak-anak. Kali ini ular tangga dimainkan dalam KBM agar peserta didik lebih asyik menikmati materi sambil bermain.

Ulangan dengan Soal Bergeser

Ulangan sering kali membuat stres peserta didik. Tetapi dengan menggunakan metode ulangan soal bergeser semuanya menjadi menyenangkan dan bermakna.

Apa itu Plickers? Bagaimana cara menggunakannya?

Aplikasi Plickers dapat memungkinkan guru untuk melakukan penilaian formatif dengan menggunakan kartu kode, perangkat yang digunakan hanya smartphone guru atau tablet..

Selasa, 03 September 2019

Kualitas Penduduk

Kualitas Penduduk adalah kondisi penduduk dalam aspek fisik dan non fisik serta ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang merupakan dasar untuk mengembangkan kemampuan dan menikmati kehidupan sebagai manusia yang berbudaya, berkepribadian dan layak. atau Kualitas penduduk adalah tingkat/taraf kehidupan penduduk yang berkaitan dengan kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan, seperti pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan.

Faktor yang Memengaruhi Kualitas Penduduk

Kualitas penduduk suatu daerah dipengaruhi oleh:

a. Tingkat pendidikan penduduk

Pendidikan merupakan modal dasar dalam mengembangkan  kemampuan intelektual seseorang. Melalui pendidikan seseorang akan mampu meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotoriknya. Hal ini diwujudkan dalam bentuk kemampuan menyelesaikan berbagai permasalahan dengan mengembangkan kreativitasnya.

b. Tingkat kesehatan penduduk

Kesehatan merupakan harta tak ternilai dan merupakan modal berharga bagi seseorang untuk memulai aktivitasnya. Pencapaian pertumbuhan dan perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh tingkat kesehatannya.Ada pepatah mengatakan “men sana in corpore sano” yang terjemahan bebasnya mengandung makna bahwa dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat. 
c. Tingkat kesejahteraan penduduk
Pencapaian kesejahteraan merupakan arah cita-cita setiap manusia yang ditandai dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, dan papan. Masyarakat yang sejahtera merupakan citacita pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
Permasalahan Kualitas Penduduk dan Dampaknya terhadap Pembangunan

Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kualitas  penduduk dan dampaknya terhadap pembangunan adalah sebagai berikut:
a. Masalah tingkat pendidikan
Keadaan penduduk di negara-negara yang sedang berkembang tingkat pendidikannya relatif lebih rendah dibandingkan penduduk di negara-negara maju, demikian juga dengan tingkat pendidikan penduduk Indonesia.Rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia disebabkan oleh:
1) Tingkat kesadaran masyarakat untuk bersekolah rendah.
2) Besarnya anak usia sekolah yang tidak seimbang dengan penyediaan sarana pendidikan.
3) Pendapatan perkapita penduduk di Indonesia rendah.

Dampak yang ditimbulkan dari rendahnya tingkat pendidikan terhadap pembangunan adalah:
  1. Rendahnya penguasaan teknologi maju, sehingga harus  mendatangkan tenaga ahli dari negara maju. Keadaan ini sungguh ironis, di mana keadaan jumlah penduduk Indonesia besar, tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan tenaga ahli yang sangat diperlukan dalam pembangunan.
  2. Rendahnya tingkat pendidikan mengakibatkan sulitnya masyarakat menerima hal-hal yang baru. Hal ini nampak dengan ketidakmampuan masyarakat merawat hasil pembangunan secara benar, sehingga banyak fasilitas umum yang rusak karena ketidakmampuan masyarakat memperlakukan secara tepat.
Kenyataan seperti ini apabila terus dibiarkan akan menghambat  jalannya pembangunan. Oleh karena itu, pemerintah mengambil beberapa kebijakan yang dapat meningkatkan mutu pendidikan masyarakat. Usaha-usaha tersebut di antaranya: 
  1. Pencanangan wajib belajar 12 tahun.
  2. Mengadakan proyek belajar jarak jauh seperti SMP Terbuka dan Universitas Terbuka.
  3. Meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan (gedung sekolah, perpustakaan, laboratorium, dan lain-lain).
  4. Meningkatkan mutu guru melalui penataran-penataran.
  5. Menyempurnakan kurikulum sesuai perkembangan zaman.
  6. Memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi dan tidak mampu.
b. Masalah kesehatan

Tingkat kesehatan suatu negara umumnya dilihat dari besar  kecilnya angka kematian, karena kematian erat kaitannya dengan kualitas kesehatan.

Kualitas kesehatan yang rendah umumnya disebabkan:
1) Kurangnya sarana dan pelayanan kesehatan.
2) Kurangnya air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
3) Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan.
4) Gizi yang rendah.
5) Penyakit menular.
6) Lingkungan yang tidak sehat (lingkungan kumuh).
Dampak rendahnya tingkat kesehatan terhadap pembangunan adalah terhambatnya pembangunan fisik karena perhatian tercurah pada perbaikan kesehatan yang lebih utama karena menyangkut jiwa manusia. Selain itu, jika tingkat kesehatan manusia sebagai objek dan subjek pembangunan rendah, maka dalam melakukan apa pun khususnya pada saat bekerja, hasilnya pun akan tidak optimal.
Untuk menanggulangi masalah kesehatan ini, pemerintah mengambil beberapa tindakan untuk meningkatkan mutu kesehatan masyarakat, sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan. Upaya-upaya tersebut di antarnya:
  1. Mengadakan perbaikan gizi masyarakat.
  2. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular.
  3. Penyediaan air bersih dan sanitasi lingkungan.
  4. Membangun sarana-sarana kesehatan, seperti puskesmas, rumah sakit, dan lain-lain.
  5. Mengadakan program pengadaan dan pengawasan obat dan makanan.
  6. Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan gizi dan kebersihan lingkungan.
c. Masalah tingkat penghasilan/pendapatan

Tingkat penghasilan/pendapatan suatu negara biasanya diukur  dari pendapatan per kapita, yaitu jumlah pendapatan rata-rata penduduk dalam suatu negara. Pendapatan per kapita diperoleh dari pendapatan nasional secara keseluruhan dibagi jumlah penduduk



Negara-negara berkembang umumnya mempunyai pendapatan  per kapita rendah, hal ini disebabkan oleh:
1) Pendidikan masyarakat rendah, tidak banyak tenaga ahli, danlain-lain.
2) Jumlah penduduk banyak.
3) Besarnya angka ketergantungan.
Berdasarkan pendapatan per kapitanya, negara digolongkan
menjadi 3, yaitu:
1) Negara kaya, pendapatan per kapitanya > US$ 1.000.
2) Negara sedang, pendapatan per kapitanya = US$ 300 – 1.00.
3) Negara miskin, pendapatan per kapitanya < US$ 300.
Adapun dampak rendahnya tingkat pendapatan penduduk
terhadap pembangunan adalah:
  1. Rendahnya daya beli masyarakat menyebabkan pembangunan bidang ekonomi kurang berkembang baik.
  2. Tingkat kesejahteraan masyarakat rendah menyebabkan hasil pembangunan hanya banyak dinikmati kelompok masyarakat kelas sosial menengah ke atas.
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat (kesejahteraan masyarakat), sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan pemerintah melakukan upaya dalam bentuk:
1) Menekan laju pertumbuhan penduduk.
2) Merangsang kemauan berwiraswasta.
3) Menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi.
4) Memperluas kesempatan kerja.
5) Meningkatkan GNP dengan cara meningkatkan barang dan jasa.

Rangkuman

􀂙 Kualitas penduduk adalah tingkat/taraf kehidupan penduduk yang berkaitan dengan kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan seperti pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan.
Kualitas penduduk ditentukan oleh  faktor-faktor tingkat pendidikan, tingkat kesehatan ,dan tingkat kesejahteraan. 􀂙 Permasalahan kuantitas dan kualitas penduduk berdampak pada terhambatnya proses pembangunan. 􀂙 Untuk mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan kuantitas penduduk, pemerintah menyelenggarakan program KB dan transmigrasi. 􀂙 Untuk mengatasi permasalahan kualitas penduduk, pemerintah mencanangkan program wajib belajar 9 tahun, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan
pelayanan kesehatan

Selasa, 09 April 2019

Revolusi Industri 4.0 di Indonesia

Apa yang sebenarnya dimaksud dengan revolusi industri 4.0?

Konsep revolusi industri 4.0 ini merupakan konsep yang pertama kali diperkenalkan oleh Profesor Klaus Schwab. Beliau merupakan ekonom terkenal asal Jerman sekaligus penggagas World Economic Forum (WEF) yang melalui bukunya, The Fourth Industrial Revolution, menyatakan bahwa revolusi industri 4.0 secara fundamental dapat mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan satu dengan yang lain.

Berikut ini empat tahap evolusi industri dari dahulu hingga kini.

Sejarah Revolusi Industri

  1. Revolusi industri yang pertama terjadi pada akhir abad ke-18. Hal ini ditandai dengan ditemukannya alat tenun mekanis pertama pada tahun 1784. Kala itu, industri diperkenalkan dengan fasilitas produksi mekanis yang menggunakan tenaga air dan uap. Peralatan kerja yang awalnya bergantung pada tenaga manusia dan hewan akhirnya digantikan dengan mesin tersebut. Akibatnya, meski jumlah produksi meningkat, banyak orang yang 

  2. Revolusi industri 2.0 terjadi di awal abad ke-20.Kala itu ada pengenalan produksi massal berdasarkan pembagian kerja. Produksi massal ini dimungkinkan dengan adanya listrik dan jalur perakitan. Lini produksi pertama melibatkan rumah potong hewan di Cincinnati, Amerika Serikat, pada 1870.

  3. Awal tahun 1970 ditengarai sebagai perdana kemunculan revolusi industri 3.0 yang dimulai dengan penggunaan elektronik dan teknologi informasi guna otomatisasi produksi. Debut revolusi industri generasi ketiga ditandai dengan kemunculan pengontrol logika terprogram pertama (PLC), yakni modem 084–969. Sistem otomatisasi berbasis komputer ini membuat mesin industri tidak lagi dikendalikan manusia. Biaya produksi dapat ditekan oleh karena penerapan hal ini.

  4. Nah, awal 2018 hingga sekaranglah zaman revolusi industri 4.0. Industri 4.0 adalah industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi manufaktur. Pada era ini, industri mulai menyentuh dunia virtual, berbentuk konektivitas manusia, mesin dan data, semua sudah ada di mana-mana. Istilah ini dikenal dengan nama Internet of Things (IoT).
Setelah membahas mengenai apa itu revolusi industri 4.0 beserta sejarahnya, berikut ini akan saya bahas mengenai hasil analisis SWOT yang saya lakukan terhadap revolusi industri 4.0 di Indonesia.

Strengths
Pemerintah Indonesia sudah mulai berbenah menanggapi adanya perubahan industri dengan meluncurkan roadmap ‘Making Indonesia 4.0’ sebagai strategi untuk memuluskan langkah Indonesia menjadi salah satu kekuatan baru di Asia pada April 2018 lalu. Roadmap ini memberikan arah yang jelas bagi pergerakan industri nasional di masa depan, termasuk fokus pada pengembangan sektor prioritas yang akan menjadi kekuatan Indonesia menuju Industri 4.0.
Pemerintah memilih sektor makanan dan minuman, tekstil, otomotif, kimia, serta elektronik sebagai fokus dalam program revolusi Industri 4.0. Pemilihan kelima sektor tersebut bukan tanpa alasan, selain pelaksanaannya yang lebih mudah karena sudah lebih siap, sektor tersebut juga dapat memberikan dampak yang besar bagi pertumbuhan industri dan ekonomi Indonesia.

Weaknesses
Kendati memiliki sumber daya manusia (SDM) yang banyak dan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki kualitas sumber daya manusia yang rendah. Karena kualitas rendah, maka produktivitas tenaga kerja Indonesia juga rendah.

Produktivitas tenaga kerja Indonesia berada pada urutan keempat di tingkat ASEAN dan urutan ke-11 dari 20 anggota negara anggota ASEAN Productivity Organisation (APO). Sedangkan, untuk daya saing, saat ini Indonesia berada pada urutan ke-36 dari 137 negara di tingkat ASEAN dan urutan ke-9 dari negara-negara yang tercatat dalam The Global Competitiveness Report 2017–2018.

Opportunities
Dengan implementasi industri 4.0, target besar nasional dapat tercapai. Target itu antara lain membawa Indonesia menjadi 10 besar ekonomi dunia pada tahun 2030, mengembalikan angka ekspor netto industri sebesar 10 persen, dan meningkatkan produktivitas tenaga kerja industri hingga dua kali lipat dibandingkan peningkatan biaya tenaga kerja industri dengan mengadopsi teknologi dan inovasi yang mampu menciptakan kurang lebih 10 juta lapangan kerja baru di tahun 2030.

Threats
Revolusi industri 4.0 tidak datang tanpa membawa masalah baru. Salah satu masalah yang mungkin ditimbulkan oleh revolusi ini yakni terciptanya pengangguran yang dipengaruhi oleh melebarnya ketimpangan ekonomi.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Begini, digitalisasi dapat menggeser peran konvensional di dalam pasar. Sopir transportasi konvensional seperti sopir ojek pangkalan, angkot, dan taksi berpeluang masuk jurang pengangguran akibat kemunculan transportasi daring yang dinilai jauh lebih murah dan nyaman di mata masyarakat saat ini. Tidak hanya itu, pedagang di kios-kios tradisional dapat merugi dan akhirnya bangkrut akibat gelombang e-commerce melalui kemunculan berbagai toko daring yang menyediakan barang yang lebih bervariasi, murah, dan mudah diakses.

Tidak hanya digitalisasi, ke depan, penggunaan robot dalam mendukung otonomisasi di ranah industri manufaktur dan jasa akan semakin tidak terelakkan. Hal ini didorong keinginan perusahaan untuk memangkas biaya yang ditimbulkan sumber daya manusia. Tuntutan kenaikan upah yang tidak diiringi dengan produktivitas menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami oleh perusahaan terkait dengan sumber daya manusia.

Perkembangan teknologi yang pesat cepat atau lambat akan berpengaruh pada permintaan tenaga kerja di masa depan. Ke depan, permintaan tenaga kerja bergeser. Industri akan cenderung memilih tenaga kerja terampil menengah dan tinggi (middle and highly-skilled labor) ketimbang tenaga kerja kurang terampil (less-skilled labor) karena perannya dalam mengerjakan pekerjaan repetisi dapat digantikan dengan otonomisasi robot.

Apa yang harus Indonesia lakukan?
Ada 2 hal yang seharusnya menjadi perhatian pemerintah Indonesia dalam mempersiapkan diri terhadap revolusi industri 4.0, yakni pentingnya usaha meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki serta pentingnya diadakan perubahan terhadap Undang Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan.

Salah satu usaha yang dapat dilakukan pemerintah dalam rangka meningkatkan kemampuan tenaga kerja Indonesia yaitu mengadakan spesialisasi melalui kursus dan pelatihan vokasi yang menjadi suatu keharusan yang dimiliki calon pekerja untuk memenuhi kebutuhan pekerjaan di masa depan.

Lalu, sedikitnya ada 3 hal yang perlu diatur dalam revisi UU 13 Tahun 2003. Pertama, hubungan industrial, yakni bagaimana hubungan antara pemberi kerja dengan penerima kerja (pekerja) bukan lagi hubungan permanen dan statis, tetapi bersifat pertemanan atau partnership. Dalam hubungan seperti ini, pekerja bisa saja bekerja untuk sejumlah perusahaan yang berbeda. Jadi, dalam hubungan kerja seperti ini, tempat kerjanya tidak mesti monoton di suatu gedung serta waktunya fleksibel.

Kedua, employ cost atau gaji pekerja. Perhitungan pembayarannya bisa saja per jam, per hari, per minggu atau per bulan, tergantung dari kesepakatan atau perjanjian dan sesuai tingkat keahlian. Dalam konteks hubungan kerja dan sistem penggajian seperti ini tentu kalau terjadi pemutusan hubungan kerja tidak dikenal yang namanya uang pesangon.

Ketiga, peradilan hubungan industrial. Dalam undang-undang yang baru nanti harus diatur perkara seperti apa yang masuk dalam ranah peradilan hubungan industrial.

Apa yang akan terjadi jika kedua hal tersebut tidak dilakukan?
Industri 4.0 mungkin membawa petaka bagi Indonesia jika kunci kesuksesannya, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, diabaikan. Meskipun tingkat pengangguran pada 2016 tercatat lebih rendah sejak 1998, namun otonomisasi masih menjadi ancaman serius bagi tenaga kerja kurang terampil yang perannya akan mulai tergeser perlahan.

Kemudian, jika hal kedua, yakni revisi terhadap Undang Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan, juga diacuhkan, sehingga tidak dapat mengakomodasi industri 4.0. Alhasil, implementasi industri 4.0 tidak akan berjalan maksimal.



Minggu, 31 Maret 2019

Revolusi Pendidikan Era 4.0

"Guru memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik siswa untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Guru harus mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran"
sumber : digitalentrepreneur.id
REVOLUSI industri mengalami puncaknya saat ini dengan lahirnya teknologi digital yang berdampak masif terhadap hidup manusia di seluruh dunia. Revolusi industri 4.0 mendorong sistem otomatisasi dalam semua proses aktivitas.
Teknologi internet yang makin masif tidak hanya menghubungkan jutaan manusia di seluruh dunia, tetapi juga telah menjadi basis bagi transaksi perdagangan dan transportasi secara online.
Diperkirakan revolusi industri 4.0 dalam lima tahun mendatang akan menghapus 35% jenis pekerjaan. Mungkin,10 tahun mendatang jenis pekerjaan yang akan hilang bertambah menjadi 75%. Hal ini karena pekerjaan yang diperankan oleh manusia akan digantikan dengan teknologi. Hadirnya revolusi industri 4.0 yang bertumpu pada cyber-physical system telah mengubah perikehidupan kita. Artificial intelligence, internet of things, 3D printing, robot, dan mesin-mesin cerdas secara besar-besaran menggantikan tenaga kerja manusia. Menghadapi kondisi seperti itu, dunia pendidikan sudah melakukan deregulasi sebelum wacana ini digulirkan. Sistem pendidikan harus mampu menyesuaikan dengan hal seperti itu. Salah satu persiapan menghadapi revolusi industri 4.0 adalah dengan merancang ulang kurikulum.
Setiap pembelajaran kurikulum 2013, menggunakan pendekatan saintifik untuk meningkatkan kreativitas peserta didik. Yang di kenal dengan 6M (Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, Mencipta, Mengomunikasikan). Proses penilaiannya pun meliputi 3 ranah, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Pendidikan pada era 4.0 harus menjadi pendidikan yang bercirikan pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran (cyber system). Sistem ini mampu membuat pembelajaran dapat berlangsung secara kontinu tanpa batas ruang dan waktu. Guru memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam mendidik siswa untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Guru harus mampu menguasai dan memanfaatkan teknologi digital dalam pembelajaran.
Kembangkan Kompetensi
Revolusi industri 4.0 ditandai oleh hadirnya empat hal, yaitu komputer super, kecerdasan buatan (artificial intelligency), sistem siber (cyber system), dan kolaborasi manufaktur. Agar keluaran pendidikan mampu menghadapi revolusi industri 4.0, guru harus mengembangkan kompetensi yang dibutuhkan era 4.0. Kompetensi yang dibutuhkan dalam era pendidikan 4.0 adalah: Pertama, keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Kompetensi ini sangat penting dimiliki peserta didik dalam pembelajaran abad 21. Guru harus mampu meramu pembelajaran sehingga dapat mengeksplor kompetensi ini dari diri peserta didik. Kedua, keterampilan komunikasi dan kolaboratif sebagai satu kompetensi yang sangat dibutuhkan dalam abad 21, keterampilan ini harus mampu dikonstruksi dalam pembelajaran.
Model pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi harus diterapkan guru guna mengonstruksi kompetensi komunikasi dan kolaborasi. Ketiga, keterampilan berpikir kreatif dan inovasi.
Revolusi industri 4.0 mengharuskan peserta didik untuk selalu berpikir dan bertindak kreatif dan inovatif. Tindakan ini perlu dilakukan agar peserta didik mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja berbasis industri 4.0. Kondisi ini diperlukan mengingat sudah banyak korban revolusi industri 4.0. Keempat, literasi teknologi informasi dan komunikasi. Literasi TIK menjadi kewajiban bagi guru.
Literasi TIK harus dilakukan agar tidak tertinggal dengan peserta didik. Literasi TIK merupakan dasar yang harus dikuasai guru agar mampu menghasilkan peserta diik yang siap bersaing dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Kelima, pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang sangat sesuai diterapkan guru. Jika guru sudah menguasai literasi TIK, maka pembelajaran kontekstual era pendidikan 4.0 lebih mudah dilakukan. Kondisi saat ini, TIK merupakan salah satu konsep kontekstual yang harus dikenalkan oleh guru. Materi pembelajaran, banyak kontekstualnya yang berbasis TIK, sehingga guru sangat tidak siap jika tidak memiliki literasi TIK. Materi sulit yang bersifat abstrak, mampu disajikan menjadi lebih riil dan kontekstual menggunakan TIK. Keenam, literasi informasi dan media.
Banyak media infromasi bersifat sosial yang digandrungi peserta didik. Media sosial seolah menjadi media komunikasi yang ampuh digunakan peserta didik dan guru. Media sosial menjadi salah satu media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan guru.
Kehadiran kelas digital bersifat media sosial dapat dimanfaatkan guru, agar pembelajaran berlangsung tanpa batas ruang dan waktu. Apabila kompentensi tersebut diimplementasikan dalam pembelajaran, maka tidak akan timbul korban akibat revolusi industri 4.0.

Jumat, 16 November 2018

Perdagangan Internasional

Pengertian Perdagangan Internasional


Daftar Isi


Pengertian Perdagangan Internasional


Pengertian Perdagangan Internasional Secara Umum


Manfaat Perdagangan Internasional


Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Adanya Pasar Bebas


Adanya Perbedaan Kondisi Geografis


Peningkatan Perkembangan Teknologi dan Informasi


Adanya Perbedaan Teknologi


Menghemat Biaya


Jenis Perdagangan Internasional

Ekspor dan Impor


Barter


Konsinyasi


Package Deal


Border crossing


Apa pengertian perdagangan internasional dan apa manfaatnya bagi perekonomian di suatu negara? Bagi mereka yang belajar tentang ilmu ekonomi, tentunya sudah cukup familiar dengan topik ini karena cukup sering dibahas.
Perdagangan Internasional adalah suatu interaksi antar negara dalam bentuk jual-beli barang maupun jasa atas dasar kesepakatan bersama. Perdagangan internasional bukanlah hal yang baru saja dimulai, namun sudah ada sejak abad pertengahan.


Hubungan ekonomi antar negara tersebut meliputi tiga bentuk hubungan, diantaranya:


Pertukaran hasil atau output dari sebuah negara dengan negara lain, atau yang kita kenal dengan perdagangan internasional


Hubungan dalam bentuk hutang piutang antar negara


Pertukaran atau aliran produksi atau sarana produksi


Salah satu tujuan perdagangan internasional adalah untuk meningkatkan GDP (Gross Domestic Product) atau total nilai produksi barang dan jasa di dalam suatu negara selama satu tahun. Dampak yang ditimbulkan dari perdagangan internasional dapat dirasakan dari segi kepentingan sosial, politik dan ekonomi untuk membantu mendorong kemajuan industrialisasi, transportasi, globalisasi dan hadirnya perusahaan multinasional.

Pengertian Perdagangan Internasional Secara Umum


Perdagangan bisa diartikan sebagai proses tukar-menukar yang terjadi atas dasar kesepakatan bersama dari pihak yang terlibat di dalamnya. Negara-negara di dunia belum mampu memproduksi semua barang dan kebutuhan sendiri, mereka harus menerima bantuan dari negara lain.

Proses ini kemudian menjadi kegiatan perdagangan antar negara, atau kegiatan ekspor-impor. Perdagangan antar negara tersebut disebut dengan perdagangan internasional.

Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa pengertian perdagangan internasional adalah kegiatan jual-beli yang dilakukan satu negara dengan negara lain, dimana hal ini terjadi sebagai akibat keterbatasan sumber daya yang ada negara tersebut. Perdagangan internasional memegang peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan suatu negara yang tidak dapat diproduksi di negara tersebut, entah itu karena adanya keterbatasan sumber daya alam, sumber daya manusia, modal, ataupun skill.

Kedua pihak tersebut bisa antar perorangan (individu dengan individu), antar individu dengan pemerintah sebuah negara, atau antar pemerintah dari masing-masing negara.

Dengan demikian perdagangan internasional memungkinkan terjadinya:


Jual-beli atau tukar-menukar barang dan atau jasa antar negara


Kerja sama di bidang ekonomi antar negara di seluruh dunia


Pengaruh terhadap perkembangan ekspor dan impor serta Balance of Payment/ Neraca Pembayaran Internasional (NPI) suatu negara


Pertukaran dan perluasan penggunaan teknologi sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi negara yang terlibat di dalamnya


Pergerakan sumber daya melalui batas negara, baik sumber daya manusia, sumber daya alam, maupun sumber daya modal



Manfaat Perdagangan Internasional

Setelah memahami pengertian perdagangan internasional, tentunya kita juga perlu tahu apa manfaatnya. Adanya perdagangan internasional dapat memberikan beberapa manfaat dan keuntungan yang bisa didapatkan dari masing-masing negara yang melakukan kerja sama dalam bidang perdagangan.
Manfaat tersebut antara lain:

Dapat memperoleh barang atau jasa yang tidak bisa dihasilkan sendiri karena adanya perbedaan sumber daya alam, kemampuan sumber daya manusia, teknologi dan lainnya.


Dapat memperluas pasar untuk tujuan menambah keuntungan dari spesialisasi


Memungkinkan transfer teknologi modern untuk memahami teknik produksi yang lebih efisien dan modern dalam hal manajemen.


Dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi sebuah negara


Menambah devisa negara dari hasil ekspor


Perdagangan internasional dapat membuka lapangan pekerjaan di sebuah negara


Menjalin persahabatan dengan negara lain


Meningkatkan penyebaran sumber daya alam sebuah negara


Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional terjadi karena adanya beberapa faktor pendorong yang mengharuskan suatu negara mengadakan kerja sama perdagangan internasional. Karena setiap negara tidak dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan negaranya sendiri tanpa adanya sumber daya dari negara lain, bisa dari sumber daya alamnya, sumber daya manusia, pemodalan maupun dalam hal teknologi.

Mengacu pada pengertian perdagangan internasional di atas, berikut adalah beberapa faktor pendorong timbulnya perdagangan internasional:

Adanya Pasar Bebas


Kebebasan ekonomi atau liberalisme sudah mulai ditanamkan dalam perdagangan internasional. Siapa saja berhak meningkatkan dan memperluas pasarnya untuk menjual belikan produk lintas negara.
Pasar bebas dibutuhkan untuk meningkatkan kerja sama antar negara yang berpeluang menambah pendapatan negara. Kebebasan ekonomi menjadi pemicu individu maupun kelompok untuk berlomba-lomba menambah pasar dan meningkatkan produksi.

Adanya Perbedaan Kondisi Geografis


Setiap negara memiliki keadaan geografis yang berbeda dengan negara lain yang menyebabkan perbedaan pada sumber daya yang dihasilkan.
Sebagai contoh dahulunya rempah-rempah hanya didapatkan di wilayah tropis seperti Indonesia, sehingga Indonesia menjadi pemasok rempah-rempah terbesar di beberapa negara barat. Setiap negara tidak dapat memenuhi semua sumber daya yang dibutuhkan sehingga perlu melakukan pertukaran dengan negara lain.


Peningkatan Perkembangan Teknologi dan Informasi


Saat ini untuk melakukan interaksi dengan negara lain tidak harus bertatap muka, karena segala komunikasi sekarang bisa dilakukan dengan teknologi informasi berbasis internet.
Perkembangan digitalisasi dan peralatan komunikasi memicu setiap negara untuk meningkatkan produksinya untuk dipasarkan negara lain dengan asumsi bahwa di negara tersebut tidak dapat menyediakan barang atau jasa tersebut.

Adanya Perbedaan Teknologi


Tidak hanya perbedaan sumber daya alamnya saja, namun perbedaan sumber daya manusiannya juga dapat menyebabkan perbedaan kemampuan dalam hal teknologi. Perbedaan teknologi ini menyebabkan suatu negara yang hanya bisa menghasilkan barang mentah harus mengekspor ke negara lain untuk diolah dan diimpor kembali ke negaranya dengan harga lebih mahal.
Begitu juga sebaliknya, jika suatu negara hanya maju dalam teknologi saja tanpa adanya pasokan sumber daya alam maka ia membutuhkan bantuan dari negara lain. Inilah peran suatu bentuk perdangan internasional yang saling menguntungkan

Menghemat Biaya


Perdagangan internasional dinilai dapat menghasilkan pasar yang lebih luas dan pendapatan lebih banyak daripada jika hanya diproduksi dalam negeri saja. Sehingga produksi dalam skala besar tentunya dapat menghemat biaya yang harus dikeluarkan untuk produksi (fixed cost).

Jenis Perdagangan Internasional

Ada beberapa jenis perdangan internasional yang dilakukan antar negara maupun sekelompok negara. Sesuai dengan pengertian perdagangan internasional, berikut adalah beberapa jenis perdagangan internasional:

Ekspor dan Impor


Bentuk perdagangan internasional yang paling sering dilakukan. Ada dua cara untuk melakukan ekspor, yaitu ekspor biasa (melalui ketentuan yang berlaku) dan ekspor tanpa L/C (barang boleh dikirim melalui izin departemen perdagangan).

Barter


Saat ini, barter atau pertukaran barang dengan barang masih sering dilakukan dalam perdangan internasional. Jenisnya meliputi direct barter, switch barter, counter purchase dan bay back barter.

Konsinyasi


Konsinyasi adalah penjualan dengan pengiriman barang ke luar negeri dimana belum ada pembeli tertentu di luar negeri. Penjualannya dapat dilakukan melalui pasar bebas atau bursa dagang dengan cara lelang

Package Deal


Perdagangan yang dilakukan melalui perjanjian dagang (trade agreement) dengan negara lain.

Border crossing


Perdagangan yang timbul dari dua negara yang saling berdekatan untuk memudahkan penduduknya saling melakukan transaksi.
Perdagangan internasional menjadi agenda penting dari suatu negara bukan hanya sekedar keuntungan komersial saja, namun juga dari segi kerja sama antar bangsa.

Kesimpulan

Di atas tadi adalah penjelasan mengenai pengertian perdagangan Internasional, manfaat, jenis, dan faktor pendorongnya. Semoga artikel ini menambah wawasan kita tentang manfaat perdagangan internasional dan hal-hal yang berkaitan dengan topik tersebut.

Minggu, 07 Oktober 2018

Apa Saja Bentuk-bentuk Interaksi Sosial?



Sudahkah kalian tahu seperti apa itu bentuk-bentuk interaksi sosial?Sebenarnya bentuk-bentuk interaksi sosial itu terjadi pada kehidupan sehari-hari kalian lho. Bisa terjadi di sekolah, di tempat nongkrong, di rumah, atau tempat-tempat lainnya. Misalnya ketika kalian mendapat tugas kelompok dari guru, tanpa disadari, proses pengerjaan tugas dalam kelompok merupakan salah satu bentuk interaksi sosial.


Terus ketika salah satu di antara kalian terlibat perkelahian dengan teman sekelas, pasti setelah itu kalian dibawa ke ruang BK untuk ditengahi oleh guru. Nah di dalam ruangan itupun terjadi bentuk interaksi sosial, Squad. Oke, agar kalian lebih paham lagi tentang bentuk-bentuk interaksi sosial, kalian bisa baca dengan seksama penjelasan di bawah ini.


Sebenarnya tuh interaksi yang terjadi di dalam masyarakat, bisa menghasilkan pola-pola atau bentuk hubungan yang dapat mempererat dan mengubah kondisi masyarakat tersebut. Kalau dalam kajian sosiologi nih, interaksi sosial dapat berbentuk asosiatif dan disosiatif.


1. BENTUK INTERAKSI SOSIAL ASOSIATIF


Bentuk interaksi sosial asosiatif (Sumber: facebook.com/BhinnekaCeria)


Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah bentuk interaksi sosial positif yang mengarah pada kesatuan. Bentuk interaksi sosial asosiatif berupa kerja sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.


A. KERJA SAMA


Pastinya sudah nggak asing dong sama kata kerja sama? Ya, kerja sama adalah suatu usaha yang dilakukan bersama antara individu atau kelompok, tujuannya untuk mencapai satu tujuan atau beberapa tujuan bersama.


Kita juga bisa nih melihat bentuk- bentuk pelaksanaan kerja sama :




B. AKOMODASI 


Adalah upaya yang dilakukan untuk menyelesaikan suatu pertikaian atau konflik oleh pihak-pihak yang bertikai. Untuk apa? Ya jelas untuk meredakan pertentangan tersebut dong, terus tercipta deh sebuah kestabilan.


Contoh dari akomodasi (Sumber: ebaznica.lv)


Nah, Akomodasi sebagai proses sosial juga memiliki bentuk-bentuk lho, di antaranya:


1. Koersi, adalah bentuk akomodasi yang pelaksanaannya dengan menggunakan paksaan, ancaman, tekanan, maupun kekerasan. Kalian sering lihat pengemis atau pedagang asongan yang digusur secara paksa oleh satpol PP dan dinas sosial? Itulah salah satu contohnya


2. Kompromi, adalah bentuk usaha dalam meredakan masalah melalui pengurangan tuntutan. Misalnya saat kalian bermain galaksin, salah satu di antara kalian merasa dicurangi, tapi yang melakukan merasa tidak sengaja, nah disaat itulah kompromi bisa dilakukan untuk menyelesaikan kesalahpahaman tersebut.


3. Konsiliasi, adalah usaha yang dilakukan pihak tertentu untuk mempertemukan keinginan antara kedua belah pihak yang berkonflik, sehingga dapat meyelesaikan masalah. Misalnya ketika kalian terlibat pertikaian di media sosial, kemudian ketua kelas melihat, karena merasa mempunyai tanggung jawab, ahirnya kalian dipertemukan langsung untuk menyelesaikan masalah.


4. Arbitrasi, terjadi ketika pihak ketiga membantu meredakan pertentangan yang memiliki kedudukan lebih tinggi dan dapat memberikan keputusan yang mengikat pihak-pihak yang berkonflik. Contoh, guru BK memberi hukuman kepada kedua murid yang bertengkar.


5. Mediasi, dilakukan oleh pihak ketiga sebagai mediator, hanya sebagai penasihat. Pada dasarnya semua keputusan dikembalikan kepada kedua pihak yang berkonflik. Contoh, pak RT memberikan nasehat kepada tetangga yang bertengkar.


6. Ajudikasi, proses penyelesaian masalah melalui meja hijau (jalur hukum). Contoh, hakim memberikan sanksi hukum kepada koruptor.


C. ASIMILASI


Merupakan percampuran dua kebudayaan yang melebur menjadi suatu kebudayaan baru.




Contoh: Warga di Pekalongan yang beretnis Tionghoa dan Arab, menggunakan bahasa Jawa sebagai identitas sosial mereka, karena hal tersebut telah melebur menjadi kebudayaan masyarakat setempat meskipun beretnis Tionghoa dan Arab.


D. AKULTURASI 


Penerimaan segala unsur–unsur baru menjadi suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur lama.


Bangunan Masjid Kudus (Sumber: abouturban.com) 


Contoh: Bangunan Masjid Kudus mencerminkan adanya interaksi budaya Jawa, Hindu, dan Islam.


2. BENTUK INTERAKSI SOSIAL DISOSIATIF


Proses sosial disosiatif ini lebih mengarah kepada perpecahan baik individu maupun kelompok. Adapun bentuk-bentuk dari disosiatif meliputi, persaingan (kompetisi), kontravensi, dan pertentangan (konflik).


Persaingan (kompetisi), yakni suatu proses sosial di mana individu atau kelompok manusia yang bersaing  mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan tanpa menggunakan ancaman kekerasan. Misal, kompetisi sepakbola pada piala dunia.


Kontravensi, merupakan suatu perasaan tidak suka yang disembunyikan, seperti keraguan bahkan kebencian terhadap kepribadian seseorang. Contohnya, dalam pemilihan ketua ekstrakulikuler, sebagian besar warga kelas setuju dengan si A, sedangkan sebagian kecil siswa merasa tidak suka atau meragukan. Namun perasaan itu disembunyikan dari si A sebagai calon ketua ekstrakulikuler. 


Pertentangan (konflik), adalah proses sosial yang dilakukan individu atau kelompok dalam mencapai tujuannya disertai dengan paksaan atau kekerasan. Pertentangan terjadi disebabkan oleh adanya perbedaan antarindividu, perbedaan kebudayaan, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial.


Bagaimana? Sudah mengerti seperti apa itu bentuk-bentuk interaksi sosial? Kalau masih sedikit bingung, di sini kita kasih satu contoh soalnya. Nah untuk mengerjakan soal-soal lainnya, kalian juga bisa belajar melalui ruangbelajar. Kalian akan dijelaskan materi-materi pelajaran dengan berbagai contoh yang pastinya membuat kalian mudah mengerti. Selain itu, dengan sistem belajar journeynya, ruangbelajar bisa menjadi alternatif kalian dalam mengoptimalkan waktu belajar kalian.


CONTOH SOAL


Kegiatan Pekan Olahargara Nasional (PON) yang dilaksanakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA) merupakan bentuk interaksi sosial yang disebut ….


kerjasama


akomodasi


asosiatif


disosiatif


Jawaban


disosiatif


Pembahasan


Disosiatif, merupakan bentuk interaksi sosial yang mengarah perpecahan berupa persaingan (kompetisi), kontravensi, dan pertentangan (konflik).Kegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan bentuk interaksi sosial yang berupa kompetisi.


Sumber : https://blog.ruangguru.com/apa-saja-bentuk-bentuk-interaksi-sosial