Pembelajaran Model SCREN

Belajar sambil bermain dengan mencari QR Code kemudian di scan yang memunculkan pertanyaan, lalu dijawab bersama tim. Tim tercepat menyelesaikan seluruh QR Code dan menjawab dengan benar akan menjadi pemenang.

Pembelajaran Model Word Square

Belajar dengan mencari kata-kata teracak pada kotak yang berhubungan dengan materi melalui pertanyaan yang telah disiapkan.

Penggunaan Media TTS dalam KBM

Teka teki silang diterapkan ke dalam pembelajaran guna meningkatkan motivasi belajar peserta didik. Menjadikan pembelajaran lebih santai dan menyenangkan.

Bermain Ular Tangga dalam KBM

Ular tangga adalah permainan sederhana yang sering dimainkan anak-anak. Kali ini ular tangga dimainkan dalam KBM agar peserta didik lebih asyik menikmati materi sambil bermain.

Ulangan dengan Soal Bergeser

Ulangan sering kali membuat stres peserta didik. Tetapi dengan menggunakan metode ulangan soal bergeser semuanya menjadi menyenangkan dan bermakna.

Apa itu Plickers? Bagaimana cara menggunakannya?

Aplikasi Plickers dapat memungkinkan guru untuk melakukan penilaian formatif dengan menggunakan kartu kode, perangkat yang digunakan hanya smartphone guru atau tablet..

Selasa, 01 Mei 2018

Pengertian Umum, Jenis-Jenis, Manfaat Dan Fungsi Pajak Di Indonesia

Kita semua tentunya telah mendengar tentang pajak. Baik itu pajak bumi dan bangunan, pajak motor ataupun pajak penghasilan, semua telah kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan terkadang produk konsumtif yang Anda nikmati pun terkena pajak. Memang secara sepintas terdengar pajak ini memberatkan masyarakat. Akan tetapi, jika Anda mengetahui apa fungsi sebenarnya pajak itu dan manfaatnya, pandangan Anda akan berubah tentang pajak.

Pengertian Pajak

Pajak
bisnis.liputan6.com
Pertama-tama, marilah kita pahami lebih dalam apa itu sebenarnya pajak? Pajak adalah iuran yang wajib dibayarkan oleh rakyat atau wajib pajak kepada negara untuk kepentingan pemerintah dan kesejahteraan masyarakat umum. Manfaat dari pajak yang terkumpul tidak akan secara langsung dapat dinikmati oleh wajib pajak, karena pajak digunakan untuk kepentingan umum bukan individual.
Pajak merupakan salah satu sarana pemerataan pendapatan warga negara dan sumber dana pembangunan negara bagi pemerintah. Jadi di jangka panjang masyarakat umum dapat menikmati efeknya dari pembangunan tersebut. Seperti contohnya jika Anda membayar pajak jalan raya maka Anda akan menikmati manfaatnya dari perbaikan jalan raya di daerah Anda.
Berdasarkan dari Pasal 1 angka 1 UU No. 6 Tahun 1983 yang kemudian disempurnakan dengan UU No. 28 Tahun 2007 tentang Ketentuan umum dan tata cara perpajakan. Pajak adalah “kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang Undang, dengan tidak mendapat timbal balik secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat”
Jadi selain jasa timbal balik bersifat tidak langsung, pemungutan pajak dilakukan berdasarkan norma-norma hukum dan bersifat memaksa sehingga penolakan untuk membayar pajak atau menghindarinya pada umumnya termasuk pelanggaran hukum. Oleh sebab itu, setiap rakyat wajib membayarkan pajak sesuai dengan aturannya.

Siapakah Yang Perlu Membayar Pajak?

Apakah semua penduduk Indonesia perlu membayar pajak? Walaupun Anda yang belum bekerja perlu membayar pajak? Berdasarkan undang-undang memang semua rakyat Indonesia terikat dengan pajak. Tetapi hal tersebut hanya berlaku untuk warga negara yang sudah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif dari jenis pajak tersebut.
Jadi jika Anda tidak memiliki kendaraan bermotor maka Anda tidak perlu membayar pajak jalan raya. Atau Anda merupakan warga negara yang tidak memiliki penghasilan lebih dari Rp 2 juta maka Anda tidak akan dikenakan pajak penghasilan. Apabila Anda memiliki penghasilan lebih dari Rp 2 juta maka Anda wajib membayar pajak.

Jenis-Jenis Pajak

Jenis-jenis pajak
www.lensaremaja.com
Ada beberapa jenis pajak yang dipungut oleh pemerintah Indonesia dari wajib pajak. Menurut Lembaga Pemungut Pajak, jenis pajak ini dapat ditinjau dari beberapa segi yakni berdasarkan sistem pemungutannya, berdasarkan instansi pemungut dan berdasarkan sifatnya.

1. Pajak berdasarkan sistem pemungutan

Dari cara pemungutannya, pajak dapat dibagi menjadi 2 yaitu pajak langsung dan tidak langsung.
Pajak langsug (Direct Tax) merupakan pajak yang harus ditanggung sendiri oleh wajib pajak dan tidak dapat dialihkan ke pihak lain. Pajak ini dibayar secara berkala berdasarkan surat ketetapan pajak yang dibuat kantor pajak. Surat ketetapan pajak ini memiliki keterangan jumlah yang perlu dibayar wajib pajak. Contoh dari pajak langsung adalah Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Jadi Anda tidak dapat melimpahkan pajak dari penghasilan Anda kepada teman atau relative Anda.
Pajak tidak langsung (Indirect Tax) adalah pajak yang pembayarannya dapat dialihkan ke pihak lain. Pajak ini ditagihkan berdasarkan peristiwa atau aktivitas tertentu, jadi tidak dibayar secara berkala. Pemerintah memungut pajak ini jika peristiwa tersebut terjadi oleh wajib pajak. Contoh dari pajak tidak langsung adalah pajak penjualan atas barang mewah, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), bea materai, dan cukai. Jadi jika Anda menjual barang mewah maka Anda dapat mengalihkan pajak penjualan atas barang mewah kepada sang pembeli.

2. Pajak berdasarkan instansi pemungut

Berdasarkan lembaga pemungutnya, pajak dapat dikategorikan menjadi 2 yaitu pajak negara dan pajak daerah.
Pajak negara (pusat) merupakan pajak yang dipungut oleh pemerintah pusat. Pemungutan pajak ini dilakukan melalui instansi seperti Dirjen Pajak, Dirjen Bea dan Cukai, maupun kantor inspeksi pajak yang tersebar di seluruh Indonesia. Contoh pajak negara adalah pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, bea materai, bea masuk, cukai, pajak bumi dan bangunan, pajak migas, pajak perolehan hak atas tanah dan bangunan.
Pajak daerah (lokal) adalah pajak yang dipungut oleh pemerintah daerah. Pajak ini terbatas hanya untuk rakyat daerah itu sendiri dan dilakukan oleh Pemda Tingkat II maupun Pemda Tingkat I. Contoh pajak daerah adalah pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak reklame, pajak tontonan, pajak radio, pajak kendaraan bermotor, pajak bahan bakar dan masih banyak lainnya.

3. Pajak berdasarkan sifat

Dari segi sifatnya, pajak dapat digolongkan menjadi 2 jenis yaitu pajak subjektif dan objektif.
Pajak subjektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan dari kondisi wajib pajak. Jadi besar kecilnya jumlah pajak akan tergantung dengan kemampuan wajib pajak. Contoh pajak ini adalah pajak penghasilan, pajak kekayaan.
Pajak objektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan dari kondisi objek tanpa memperhatikan kondisi wajib pajak. Jadi pajak ini lebih terkait pada objek dan dikalkulasikan berdasarkan objek tersebut. Contoh pajak objektif adalah  pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea materai, bea masuk, pajak pertambahan nilai.

Manfaat dan Fungsi Pajak

Panorama Jakarta
www.nationsonline.org
Dana yang terkumpul dari pajak merupakan salah satu sumber pendapatan vital bagi negara. Pendapatan ini akan digunakan untuk membiayai semua pengeluaran termasuk pembangunan negara. Selain pembangunan, pengeluaran lainnya yang perlu dibiayai termasuk pembiayaan penegakan hukum, keamanan negara, infrastruktur ekonomi, pekerjaan publik, subsidi, biaya operasional negara dan banyak lagi.
Dari semua kegunaan pajak di atas, fungsi pajak ini dapat dibagi menjadi:

1. Fungsi anggaran (budgeter)

Seperti yang dijelaskan diatas, bahwa pajak merupakan sumber pendapatan negara, maka pajak berfungsi untuk membayar pengeluaran-pengeluaran negara. Demi perkembangan negara, maka pengeluaran besar seperti pembangunan nasional dan biaya lainnya tidak dapat dihindari. Oleh sebab itu, negara harus memastikan keseimbangan antara pengeluaran tersebut dengan pendapatan negara melalui uang pajak.

2. Fungsi mengatur (regulasi)

Pajak juga dapat berfungsi untuk mengatur pertumbuhan ekonomi dari negara Indonesia. Dengan kebijakan pemerintah, pajak secara tidak langsung akan membantu ekonomi negara dan masyarakatnya.
Contohnya seperti untuk melindungi produksi dalam negeri, pemerintah meningkatkan harga bea masuk untuk produk dari luar negeri. Dengan demikian, masyrakat tidak perlu khawatir akan kompetisi harga yang ketat dengan produk luar negeri. Contoh lainnya dengan keringanan pajak, pemerintah dapat menarik investasi modal baik dalam negeri maupun luar negeri agar perekonomian Indonesia semakin produktif.

3. Fungsi stabilitas

Dengan pajak, pemerintah dapat menjalankan kebijakannya yang berhubungan stabilitas perekonomian negara. Jadi pajak dapat berfungsi untuk mengendalikan inflasi. Pemerintah dapat mengatur jumlah uang yang beredar dengan pemungutan pajak atau penggunaan pajak yang efektif dan efisien. Dengan peningkatan pajak, maka jumlah uang yang beredar akan menurun sehingga inflasi tidak akan terjadi. Sebaliknya, jika kondisi ekonomi negara dalam deflasi maka pemerintah dapat menurunkan pajak.

4. Fungsi redistribusi pendapatan (pemerataan)

Pajak juga berfungsi sebagai pemerataan dari pendapatan masyarakat dengan tujuan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakat. Pajak dapat digunakan untuk membiayai kepentingan umum dan pembangunan sehingga menciptakan lapangan kerja yang baru, dimana ujung-ujungnya akan membantu pendapatan masyarakat.
Dari semua fungsi tersebut, Anda sebagai masyarakat dapat menikmati berbagai manfaatnya. Beberapa diantara manfaat pajak adalah subsidi pangan, subsidi bahan bakar, transportasi umum, fasilitas umum seperti jalan, jembatan, sekolah, rumah sakit, lapangan kerja baru dari investasi, bantuan bagi pengangguran, penyediaan listrik, air, dan penanganan sampah, serta banyak manfaat lainnya.
Jadi setelah Anda mengetahui lebih dalam tentang apa itu pajak, jenis, manfaat serta fungsinya, pahamkah Anda betapa pentingnya pajak itu untuk kita semua? Jangan selalu pikir pajak itu hanya memberatkan masyarakat. Karena prinsip pajak itu sebenarnya dari masyarakat dan untuk masyarakat. Sudahkah Anda melakukan kewajiban Anda sebagai wajib pajak?

Minggu, 25 Maret 2018

Prediksi Soal OGN IPS 2018


Berikut adalah prediksi Soal OGN IPS 2018 yang berdasarkan pada Kisi-Kisi Soal OGN 2018 yang ada :

Rabu, 14 Maret 2018

Ketenagakerjaan

Hasil gambar untuk angkatan kerja

       Pengertian tenaga kerja, angkatan kerja dan kesempatan kerja

1.        Pengertian Tenaga Kerja
Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga. (MT Rionga & Yoga Firdaus, 2007:2)
Sedangkan menurut pendapat Sumitro Djojohadikusumo (1987) mengenai arti tenaga kerja adalah semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja, termasuk mereka yang menganggur meskipun bersedia dan sanggup bekerja dan mereka yang menganggur terpaksa akibat tidak ada kesempatan kerja.
2.        Pengertian Angkatan Kerja
Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab, seperti patani yang sedang menunggu panen/hujan, pegawai yang sedang cuti, sakit, dan sebagainya. Disamping itu mereka yang tidak mempunyai pekerjaan tetapi sedag mencari pekerjaan/mengharapkan dapat pekerjaan atau bekerja secara tidak optimal disebut pengangguran.
Bukan angkatan kerja adalah mereka yang sedang bersekolah, mengurus rumah tangga tanpa mendapat upah, lanjut usia, cacat jasmani dan sebagainya, dan tidak melakukan suatu kegiatan yang dapat dimasukkan kedalam kategori bekerja, sementara tidak bekerja, atau mencari pekerjaan.
3.        Pengertian Kesempatan Kerja.
Kegiatan ekonomi di masyarakat membutuhkan tenaga kerja. Kebutuhan akan tenaga kerja itu dapat juga disebut sebagai kesempatan kerja. Kesempatan kerja itu sendiri adalah suatu keadaan yang menggambarkan terjadinya lapangan kerja (pekerjaan) untuk diisi pencari kerja.
Kesempatan kerja di Indonesia dijamin dalam UUD 1945 pada pasal 27 ayat 2 yang berbunyi “Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak”. Dari bunyi UUD 1945 pasal 27 ayat 2 itu jelas bahwa pemerintah Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja bagi anggota masyarakat karena hal ini berhubungan dengan usaha masyarakat untuk mendapat penghasilan.


Hubungan Jumlah Penduduk, Angkatan Kerja dan Pengangguran

Jumlah penduduk adalah banyaknya orang yang mendiami suatu wilayah Negara. Dari sisi tenaga kerja, penduduk suatu Negara dapat dibagi dalam dua kelompok, yakni kelompok penduduk usia kerja dan kelompok bukan usia kerja. Penduduk usia kerja adalah mereka yang berumur 10 hingga 65 tahun. Namun dewasa ini usia kerja tersebut telah diubah menjadi yang berumur 15 hingga 65 tahun.
Penduduk usia kerja dapat pula kita bagi dalam dua kelompok, yakni kelompok angkatan kerja dan kelompok bukan angkatan kerja. Angkatan kerja adalah semua orang yang siap bekerja disuatu Negara. Kelompok tersebut biasanya disebut sebagai kelompok usia produktif. Dari seluruhan angkata kerja dalam suatu Negara tidak semuanya mendapat kesempatan bekerja. Diantaranya ada pula yang tidak bekerja. Mereka inilah yang disebut pengangguran. Pengangguran adalah angkatan kerja atau kelompok usia produktif yang tidak bekerja.(YB Kadarusman, 2004:65)
Angkatan kerja banyak yang membutuhkan lapangan pekerjaan, namun umumnya baik di Negara berkembang maupun Negara maju, laju pertumbuhan penduduknya lebih besar dari pada laju pertumbuhan lapangan kerjanya. Oleh karena itu, dari sekian banyak angkatan kerja tersebut, sebagian tidak bekerja atau menganggur. Dengan demikian, kesempatan kerja dan mpengangguran berhubungan erat dengan ketersedianya lapangan kerja bagi masyarakat. Semakin banyak lapangan kerja yang tersedia di suatu Negara, semakin besar pula kesempatan kerja bagi penduduk usia produktifnya, sehingga semakin kecil tingkat penganggurannya. Sebaliknya, semakin sedikit lapangan kerja di suatu Negara, semakin kecil pula kesempatan kerja bagi penduduk usia produktifnya. Dengan demikian, semaki tinggi tingkat penganggurannya.

Materi Soal OGN 2018 SMP Mata Pelajaran IPS

Gambar terkait

  1. Pengertian, struktur dan peranan IPS (fakta, konsep, prinsip/teori, prosedur/generalisasi).
  2. Keragaman bentuk muka bumi dampaknya terhadap kehidupan.
  3. Kehidupan pada masa pra-aksara di Indonesia.
  4. Manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang bermoral dalam memenuhi kebutuhan
  5. Peta, atlas, dan globe untuk mendapatkan informasi keruangan
  6. Gejala-gejala yang terjadi di atmosfer, lithosfer, dan hidrosfer, serta dampaknya terhadap kehidupan
  7. Konsep perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa Hindu-Budha, serta peninggalan-peninggalannya
  8. Konsep perkembangan masyarakat, kebudayaan,dan pemerintahan pada masa Islam di Indonesia, serta peninggalan
  9. Materi perkembangan masyarakat, kebudayaan dan pemerintahan pada masa kolonial Eropa
  10. Kegiatan pokok ekonomi yang meliputi kegiatan konsumsi, produksi, dan distribusi barang/jasa
  11. Permasalahan kependudukan dan dampaknya terhadap pembangunan
  12. Proses terbentuknya kesadaran nasional, identitas Indonesia, dan perkembangan pergerakan kebangsaan Indonesia
  13. Berbagai upaya pencegahan penyimpangan sosial dalam keluarga dan masyarakat
  14. Bentuk pasar dalam kegiatan ekonomi masyarakat
  15. Peristiwa-peristiwa sekitar proklamasi dan proses terbentuknya negara kesatuan Republik Indonesia
  16. Upaya pengendalian penyimpangan sosial dalam kehidupan
  17. Ciri-ciri negara berkembang dan negara maju
  18. Peristiwa-peristiwa politik dan ekonomi Indonesia pasca pengakuan kedaulatan
  19. Perubahan sosial-budaya pada masyarakat
  20. Perdagangan internasional dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia
  21. Unsur-unsur geografis dan penduduk di kawasan Asia Tenggara
  22. Pembagian permukaan bumi atas benua dan samudera
  23. Masa orde baru dan masa lahirnya reformasi
  24. Perkembangan lembaga-lembaga internasional dalam kerja sama internasional
  25. Globalisasi
  26. Penerapan pedagogik sesuai dengan materi IPS Terpadu.



Sumber : http://irpanansyari.blogspot.com/2018/03/kisi-kisi-ogn-smp-2018.html#ixzz59jAnoHEp

Jumat, 09 Maret 2018

Apa itu Plickers? Bagaimana Cara Menggunakannya?


Setiap guru pasti tahu bahwa pemahaman siswa akan materi yang diajarkan menjadi hal yang utama dalam proses belajar. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa, salah satunya dengan memberikan tes atau ulangan. Nah, berbicara mengenai tes atau ulangan, ada sebuah web tool untuk tes atau ujian formatif yang sangat menarik untuk diterapkan di kelas kita yaitu dengan Plickers.


Plickers merupakan sebuah alat penilaian untuk memberikan pengujian secara cepat akan pengetahuan siswa anda melalui soal berbentuk pilihan ganda, pernyataan benar atau salah, poling dan masih banyak lagi. Plickers memungkinkan kita membuat kelas interaktif khususnya dalam memberikan penilaian ke siswa. Untuk menerapkannya di kelas, caranya cukup mudah, siswa menjawab pertanyaan yang diberikan guru dengan tidak membutuhkan alat atau gawai, namun hanya perlu kertas atau kartu dengan gambar kode tertentu mirip seperti QR Code kemudian akan digunakan untuk menjawab setiap pertanyaan yang diberikan. Guru akan mengecek jawaban dengan gawai yang sudah terinstal Plickers App di dalamnya. Anda bisa menggunakan smartphone atau tablet baik dengan IOS maupun Android.

Untuk menerapkan Plickers di kelas anda, berikut langkah- langkahnya. 

Bagian I
Masuk ke website Plickers, lalu sign up atau daftar akun. Anda bisa mendaftar menggunakan akun Google anda.
Setelah sukses pendaftarannya, akan ada dua pilihan yaitu Demo dan Add New Class, disini saya memilih "add new class"
Isikan nama kelas, tingkatan kelas sampai dengan warna untuk masing- masing kelas lalu klik save.
Tuliskan nama siswa, misalnya saja Rudi Hartanto, lalu enter. Berikutya tambahkan nama siswa yang lain sampai selesai dengan langkah yang sama. Sebagai contoh saya mengisikan tiga nama siswa.
Masuk ke menu library
Tambahkan soal dengan memilih "new question"
Pada halaman New Question, pilih jenis pertanyaan, apakah bentuk multiple choice atau true/ false lalu isikan soal pada kolom yang tersedia, centang juga jawaban yang benar. Klik save and create new.
Akan tampil soal dalam library anda yang sudah dibuat sebelumnya.
Kemudian pilih menu cards, pada tampilan berikut, saya memilih kartu standar, karena kita memilih versi gratis.
Selamat, kartu Plickers anda sudah dapat di download. Cetak kartu dan perhatikan kode kecil yang ada di sekeliling kartu.

Bagian II

  • Install smartphone atau tablet anda dengan Plickers App melalui Playstore ( bila menggunakan OS android) lalu sign in dengan akun yang sudah dibuat.
  • Berikan pertanyaan ke siswa, siswa akan mengangkat kartu plicker mereka untuk menjawab pertanyaan anda, kemudian dengan aplikasi plicker, pilih pertanyaan yang ingin anda gunakan dan pindai ruangan dengan memilih tombol kamera yang akan muncul di bagian bawah layar. Anda akan melihat nama anak dan jawaban masing-masing untuk setiap pertanyaan yang dipilih di bagian atas layar di smartphone saat respons mereka dipindai. 
  • Bila anda memakai proyektor, anda dapat menampilkan grafik batang untuk melihat keseluruhan data grup dan jumlah siswa yang telah menanggapi. 
Nah, untuk lebih menarik lagi, anda bisa berkreasi dengan menambahkan gambar atau image pada soal anda. Semoga bahasan ini bisa memberikan manfaat bagi kita semuanya.
Selamat Mencoba...

Sumber : http://www.ahzaa.net/2017/11/langkah-mudah-menerapkan-tes-formatif.html