Jumat, 17 Februari 2017

Pembangunan Nasional Indonesia Pada Masa Orde Baru

Pada masa Orde Baru bangsa Indonesia berusaha untuk melaksanakan pembangunan nasional. Adapun langkah pertama yang diambil adalah menciptakan stabilitas nasional yang mantap, yang meliputi stabilitas politik dan ekonomi.  Untuk melaksanakan pembangunan, Presiden Suharto pada tanggal 6 Juni 1968 membentuk Kabinet Pembangunan menggantikan kabinet Ampera. Sementara itu sebelum Kabinet Pembangunan terbentuk, presidium Kabinet Ampera telah mengusahakan stabilitas ekonomi dengan menetapkan kebijaksanaan ekonomi dan keuangan dengan sasaran:
  1. Pengendalian inflasi
  2. Pencukupan kebutuhan pangan dan sandang
  3. Rehabilitasi prasarana ekonomi
  4. Peningkatan kegiatan ekspor.
Hasil gambar untuk pembangunan lima tahun
Buku rencana pembangunan lima tahun pada masa orde baru

Sejak lahirnya Orde Baru yaitu antara tahun (1966-1968) pemerintah menyelesaikan stabilitas dan rehabilitasi khususnya di bidang ekonomi. Pada tanggal 1 April 1969 dimulai pelaksanaan Pembangunan Lima Tahun Pertama (Pelita I). Sejak itulah dimulainya Pembangunan Nasional Berencana. Adapun hal-hal yang berhubungan denganpembangunan nasional adalah sebagai berikut :


1. Arah Pembangunan Nasional
MPR telah menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) dengan Tap MPR No. IV/MPR/1973. GBHN ini setiap lima tahun ditinjau kembali atau diperbaharui, disesuaikan dengan perkembangan kehidupan rakyat dan bangsa Indonesia. GBHN ditetapkan untuk menentukan arah pembangunan nasional.


2. Tujuan Pembangunan Nasional
Tujuan pembangunan nasional adalah untuk mewujudkan masyarakat adil makmur dan merata material dan spiritual berdasarkan Pancasila di dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia. Tujuan tersebut termaktub dalam GBHN tahun 1973.


3. Landasan Pembangunan Nasional
Landasan pembangunan nasional adalah Pancasila dan UUD 1945. Landasan pembangunan nasional juga terdapat dalam GBHN 1973


4. Pelaksanaan Pembangunan Nasional
Pembangunan nasional dilaksanakan secara bertahap. Setiap tahap pembangunan berlangsung selama lima tahun dan disebut Pembangunan Lima Tahun (Pelita). Pada setiap tahap disusun rencana yang disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Pelaksanaan Pelita adalah sebagai berikut.
  1. Pelita I (1 April 1969 – 31 Maret 1974).
  2. Pelita II (1 April 1974 – 31 Maret 1979).
  3. Pelita III (1 April 1979 – 31 Maret 1984).
  4. Pelita IV (1 April 1984 – 31 Maret 1989).
  5. Pelita V (1 April 1989 – 31 Maret 1994).
  6. Pelita VI (1 April 1994 – 31 Maret 1999).
Pelita I sampai dengan Pelita V disebut Pembangunan Jangka Panjang Tahap Pertama (PJPT I). Selanjutnya mulai tanggal 1 April 1999 memasuki Pelita VI dan sekaligus memasuki Pembangunan Jangka Panjang Tahap kedua (PJPT II)


5. Tujuan dan Prioritas Pelita
Antara Pelita satu dengan Pelita lainnya mempunyai tujuan dan prioritas berbeda. Adapun tujuan Pelita adalah sebagai berikut.
  1. Meningkatkan taraf hidup, kecerdasan, dan kesejahteraan seluruh rakyat.
  2. Meletakkan landasan yang kuat untuk tahap pembangunan berikutnya.
Prioritas pembangunan adalah bidang ekonomi, terutama pertanian. Rincian prioritas dan sasaran yang hendak dicapai dalam setiap tahap Pelita adalah sebagai berikut.
  1. Pelita I
    Menitikberatkan pada sektor pertanian dan industri yang mendukung sektor pertanian.
  2. Pelita II
    Menitikberatkan pada sektor pertanian dengan meningkatkan industri yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
  3. Pellita III
    Menitikberatkan pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
  4. Pelita IV
    Menitikberatkan pada sektor pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan dengan meningkatkan industri yang dapat menghasilkan mesinmesin industri sendiri, baik industri berat maupun industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam repelita-repelita selanjutnya.
  5. Pelita V
    Menitikberatkan pada:
    a) sektor pertanian untuk menetapkan swasembada pangan dan meningkatkan produk-produk hasil pertanian.
    b) sektor industri khususnya industri yang menghasilkan untuk ekspor, industri yang banyak menyerap tenaga kerja, industri pengolahan hasil pertanian, serta industri yang dapat menghasilkan mesin-mesin industri, dalam rangka mewujudkan struktur ekonomi yang seimbang antara industri dan pertanian baik dari segi nilai tambah maupun segi penyerapan tenaga kerja.
  6. Pelita VI
    Titik berat pembangunan Jangka Panjang Tahap Kedua diletakkan pada bidang ekonomi yang merupakan penggerak utama pembangunan, seiring dengan kualitas sumber daya manusia dan didorong secara saling memperkuat, saling terkait dan terpadu dengan pembangunan bidang-bidang lainnya yang dilaksanakan seirama, selaras, dan serasi dengan keberhasilan pembangunan bidang ekonomi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran pembangunan nasional.
6. Trilogi Pembangunan
Pada pembangunan Jangka Panjang Tahap Pertama (PJPT I), setiap tahap Pelita dititikberatkan pada bidang pertanian, karena negara kita adalah negara agraris. Sebagian besar rakyat Indonesia hidup dari pertanian. Pertanian terutama di daerah-daerah pedesaan.
Oleh karena itu, pembangunan daerah pedesaan diutamakan. Desa kita harus menjadi desa modern, dengan demikian kita harus melaksanakan modernisasi di desa.
  1. Sarjana masuk desa guna membantu pelaksanaan pembangunan desa.
  2. TNI masuk desa guna membantu pelaksanaan pembangunan desa
  3. Koran masuk desa untuk meningkatkan pengetahuan penduduk daerah pedesaan.
  4. Listrik masuk desa untuk penerangan di daerah pedesaan

Pembangunan dilaksanakan secara menyeluruh baik di pedesaan maupun di perkotaan, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal ini sesuai dengan Trilogi pembangunan yang merupakan landasan pelaksanaan setiap tahap Pelita.

Isi Trilogi Pembangunan adalah sebagai berikut.
  1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya, agar tercipta keadilan sosial bagi seluruh rakyat.
  2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
  3. Kestabilan nasional yang sehat dan dinamis.


Sekian materi Pembangunan Nasional Pada Masa Orde Baru. Semoga bermanfaat. IPS Asyik....

0 komentar:

Posting Komentar